Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:52 WIB | Selasa, 02 Februari 2016

Pengamatan Atmosfer Intensif Deteksi Dini Banjir

Ilustrasi observasi cuaca untuk kawasan Jabodetabek oleh BPPT dan BMKG. (Foto:bppt.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC), menyebut pihaknya tengah melakukan observasi cuaca untuk kawasan Jabodetabek.

Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT, Tri Handoko Seto mengatakan hujan lebat akan kembali mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.  "Dari hasil prediksi dan pengamatan kami, akan terjadi peningkatan curah hujan di Jabodetabek mulai 31 Januari malam hari hingga beberapa hari ke depannya.

“Sejak 31 Januari sampai dengan 5 Februari diperkirakan akan terjadi hujan lebat di Jabodetabek dengan intensitas rata-rata harian sekitar 40 mm perhari. curah hujan cukup tinggi ini, kemungkinan akan terjadi selama hampir seminggu ke depan” kata Seto, seperti diberitakan dalam laman bppt.go.id  pada Sabtu (30/1).

Lebih lanjut Seto mengatakan,  meski curah hujan harian tidak ekstrem, tetapi karena diprediksi akan terjadi tiap hari selama sekitar satu minggu maka peluang terjadinya genangan mulai awal Februari cukup besar. “Hal ini disebabkan kondisi tanah di Jabodetabek sudah jenuh akibat hujan yang terjadi di hari-hari sebelumnya,” katanya.

Seto juga memperkirakan puncak musim hujan Jabodetabek akan terjadi mulai akhir Januari ini. "Melihat prediksi seminggu ke depan, sepertinya kita mulai memasuki puncak musim hujan Jabodetabek."

Seto kemudian mengatakan, “ Masyarakat dan media dapat melihat Prediksi spasial 24 jam ke depan dan prediksi harian di beberapa titik selama tujuh hari ke depan  yang ditampilkan di website BBTMC BPPT pada laman wxmod.bppt.go.id

Sebagai informasi, Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tengah melakukan kegiatan pengamatan atmosfer secara intensif, atau Intensive Observation Period (IOP) selama periode puncak musim hujan, mulai dari 18 Januari-16 Februari 2016 untuk mengetahui cuaca ekstrim penyebab banjir di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Selama dalam kegiatan observasi akan dioperasikan beberapa alat, yakni mobile radar, radiosonde, radiometer, microrain radar dan AWS. Mobile radar BPPT dioperasikan dari kawasan Geostech Puspiptek, Tangsel untuk mengamati pergerakan dan pertumbuhan awan hujan, yang melintas di wilayah DKI Jakarta. Sedangkan radiosonde, radiometer, microrain radar, dan AWS akan ditempatkan di Stasiun Klimatologi BMKG Dramaga, Bogor.

Prediksi cuaca, terutama hujan yang dipasok oleh data pengukuran secara intensif ini akan terus dioperasikan dan diinformasikan kepada masyarakat.

"Dengan model prediksi dan seperangkat instrumen yang kami operasikan secara intensif ini kami berupaya sedini mungkin memberi informasi akurat tentang kejadian hujan sebagai deteksi dini ancaman banjir," katanya.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home