Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Dewasasri M Wardani 15:55 WIB | Jumat, 21 Agustus 2015

Pengembangan Perpustakaan Digital

Kegiatan supervisi pengembangan perpustakaan digital bersama 20 BPAD provinsi dan kabupaten/kota yang masuk dalam kategori sangat bagus (Grade A) dalam hal pengembangan perpustakaan digital di Grand Boutique Hotel, di Jakarta baru-baru ini. (Foto; perpusnas.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Penerapan teknologi informasi di perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk. Di antaranya sebagai sistem informasi manajemen perpustakaan.

Bidang pekerjaan yang diintegrasikan dalam sistem ini adalah akuisisi, katalogisasi, sirkulasi, preservasi, dan jenis laporan lainnya yang menunjang kepentingan manajemen perpustakaan.

Penerapan teknologi informasi, dapat juga dimanfaatkan sebagai sarana pendukung dalam aktivitas perpustakaan, dan penyebarluasan informasi layanan perpustakaan secara ekstensif dan intensif.

Hal itu dijelaskan Deputi Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Welmin Sunyi Ariningsih, pada kegiatan supervisi pengembangan perpustakaan digital bersama 20 BPAD provinsi dan kabupaten/kota yang masuk dalam kategori sangat bagus (Grade A) dalam hal pengembangan perpustakaan digital di Grand Boutique Hotel, di Jakarta baru-baru ini.

Paradigma pengelolaan perpustakaan dulu dimaknai sebatas gedung dan ruang yang besar, koleksi tercetak yang lengkap dengan prasarana penunjang fisik yang memadai. Namun, saat ini pengelolaan perpustakaan mesti dilengkapi dengan kemampuan sumber daya yang menyediakan akses intelektual, mendistribusikan, dan melestarikan kebutuhan koleksi berformat digital, yang dapat diakses secara mudah oleh pengguna.

“Kerja sama untuk resource sharing atau akses bersama koleksi, dengan dukungan perangkat teknologi informasi dan komunikasi inilah yang dinamakan sebagai perpustakaan digital,” kata Welmin.

Perpustakaan Digital Nasional merupakan program Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang masuk ke dalam Grand Design e-Library hingga tahun 2014.

Program itu diperpanjang hingga 2019 dengan konsep interoperabilitas antarperpustakaan. Khususnya, sasaran kerja sama dengan perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan instansi.

Pada Grand Design Library 2010-2014, terdapat dua indikator output pada program ini, yaitu jumlah perpustakaan provinsi yang memiliki perangkat perpustakaan digital (e-library) dengan target sejumlah 33 provinsi, dan jumlah kabupaten/kota yang menjadi anggota jejaring dan memiiliki perangkat perpustakaan digital dengan target 150 perpustakaan umum kabupaten/kota.

Hasilnya, hingga Maret 2014, target 33 provinsi tercapai, namun untuk perpustakaan umum kabupaten/kota baru tercapai 120 daerah (80 persen).

Pada Grand Design e-Library 2015-2019, pengembangan perpustakaan digital nasional memuat empat tahapan, antara lain : penguatan fondasi sistem pengelolaan perpustakaan digital dan tata kelola TI, pengembangan dan penyempurnaan layanan, perluasan layanan, dan optimalisasi layanan.

Peran perpustakaan umum pada Grand Design e-Library 2015-2019 dapat melakukan pembinaan kepada seluruh perpustakaan. Menjadi jejaring One Search sebagai pusat pencarian koleksi perpustakaan dan informasi, dan bersama dengan perguruan tinggi mengembangkan e-library.

Sejak 2011, Perpusnas bersama perpustakaan mitra dari provinsi/kabupaten/kota telah membangun dan mengembangkan Center of Excellent. Center of Excellent merupakan layanan perpustakaan dan informasi yang memuat segala konten budaya lokal. Center of Excellent masuk ke dalam program pembangunan perpustakaan digital.  Penyediaan bahan informasi digital adalah bisa di akses di http://coe.perpusnas.go.id.

Di dalamnya, pengguna bisa memperoleh segala informasi maupun rubrikasi seperti katalog induk koleksi, budaya lokal, koleksi digital buku, koleksi digital foto, koleksi digital video, koleksi digital kliping artikel.

Koleksi digital yang dapat diakses dapat menjadi repository bersama untuk lokal konten yang dimiliki masing-masing daerah.

-Katalog Induk Nasional (KIN), merupakan gabungan data katalog koleksi seluruh perpustakaan di Indonesia. Tujuan pembangunan KIN adalah, agar masyarakat dapat menemukan data bahan perpustakaan yang diperlukan, sekaligus mengetahui lokasi bahan perpustakaan tersebut.  

-Bibliografi Nasional Indonesia (BNI), merupakan kumpulan data bibliografis terbitan atau publikasi yang diterbitkan di Indonesia. BNI berfungsi sebagai sarana kendali bibliografis di Indonesia. Tujuan pembangunan BNI adalah untuk mengetahui kondisi penerbitan di Indonesia, mencakup jumlah penerbit yang ada, kuantitas terbitan dari waktu ke waktu, subjek atau topik yang paling banyak ditulis atau diproduksi. Kendali bibliografis dalam bentuK BNI diperlukan untuk mengetahui khasanah intelektual bangsa.

-Pusaka Indonesia, merupakan bagian dari portal web perpustakaan digital Indonesia. Piagam Pelestarian Pusaka Indonesia 2013, mengamanatkan perlunya sosialisasi kepada semua kalangan, agar tumbuh kesadaran bersama untuk memelihara kekayaan pusaka bangsa dalam dimensi alam, budaya, dan saujana.

Mengacu isi Piagam tersebut, Perpusnas melaksanakan pelestarian dan pengelolaan pusaka melalui kegiatan penelitian, perencanaan, perlindungan, pemeliharaan, pemanfaatan, pengawasan berbagai bahan perpustakaan dan media. (perpusnas.go.id

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home