Loading...
DUNIA
Penulis: Melki Pangaribuan 18:17 WIB | Minggu, 06 September 2015

Peringati Hari Buruh 2015, Tingkat Pengangguran AS Terendah

Ilustrasi: Salah satu perusahaan AS menyelenggarakan bursa kerja di Phoenix, Arizona bulan Agustus lalu dan berencana merekrut 600 pekerja baru dalam enam bulan mendatang. (Foto: voaindonesia.com)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Rakyat Amerika Serikat memperingati Hari Buruh pada hari Senin (7/9). Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, pada hari Sabtu (5/9) mengatakan bahwa Hari Buruh adalah hari yang ditetapkan setiap tahun untuk menghormati kaum lelaki dan perempuan yang bekerja keras, yang berjuang untuk begitu banyak hak yang dinikmati rakyat sekarang ini.

Obama mengatakan warga yang terlibat dalam gerakan buruh berupaya “bukan hanya demi gaji yang lebih besar bagi mereka sendiri, tetapi demi keamanan dan kemakmuran yang lebih besar bagi orang-orang yang bekerja bersama mereka.”

Menurut Obama, begitulah AS membangun kelas menengahnya yang luar biasa. Obama mengatakan selama 5,5 tahun terakhir, bisnis di AS telah menciptakan 13,1 juta lapangan kerja baru. Ini merupakan masa penciptaan kerja terpanjang dalam sejarah.

Dalam laporan Departemen Tenaga Kerja hari Jumat (4/9), tingkat pengangguran AS turun menjadi 5,1 persen pada bulan Agustus, level terendah dalam 7,5 tahun. Ini merupakan penurunan 0,2 persen dari angka pada bulan sebelumnya.

Departemen Tenaga Kerja juga menyatakan ekonomi telah membuka 173 ribu lapangan kerja baru, kurang dari yang diperkirakan kebanyakan ekonom.

Laporan ini merupakan bagian penting data yang akan dipertimbangkan bank sentral AS untuk memutuskan kapan dan seberapa banyak tingkat suku bunga acuan akan dinaikkan. Tingkat suku bunga itu merupakan yang terendah sejak 2008, dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi selama dan setelah krisis finansial.

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Jason Furman, mengatakan ekonomi telah menghasilkan delapan juta lapangan kerja baru selama tiga tahun terakhir. Tetapi ia memperingatkan bahwa ekonomi Amerika mungkin saja menghadapi berbagai masalah yang mengganggu pertumbuhan yang berasal dari kondisi ekonomi global. (voaindonesia.com)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home