Loading...
RELIGI
Penulis: Dany Brakha 13:46 WIB | Rabu, 29 Mei 2013

Persetia Gelar Diskursus Difabilitas Dalam Pendidikan Teologi Dan Pelayanan Gereja Di Indonesia

Kegiatan belajar di Yayasan Dwituna Rawinala, Jakarta Timur. (foto: rawinala.org)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Dalam ulang tahun ke-50 Perhimpunan Sekolah-Sekolah Teologia di Indonesia (Persetia) akan mengelar diskursus berjudul “Difabilitas dalam Pendidikan Teologi dan Pelayanan Gereja Di Indonesia” pada 22-26 Juli mendatang. Kegiatan ini merupakan penjabaran tema “Peran Pendidikan Teologi untuk Perdamaian dalam Masyarakat dan Bangsa,” yang menjadi tajuk Yubelium Persetia di bulan Oktober.

Kegiatan ini sebenarnya kelanjutan dari Jaringan Oikumenis Difabilitas Dewan Gereja-Gereja Dunia (Ecumenical Disability Network World Churches Counciles/EDAN WCC) yang dipimpin Dr. Samuel Kabue di UKDW Yogyakarta tahun 2011 lalu. Dalam diskursus kali ini dokumen EDAN WCC yang berjudul “A Church of All and for All” akan dikupas oleh Pdt. Tabita.

Nara sumber yang akan hadir dalam acara ini adalah serorang Pembimbing Akademik Diskursus Difabilitas 2013 dari Universitas Kristen Duta Wacana, Tabita Kartika Christiani. Ro’fah Mudzakir dari Pusat Studi dan Layanan Difabel Uiversitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta juga turut hadir sebagai nara sumber.

Sedangkan Priyo Widiyanto dari Pusat Studi Individu Berkebutuhan Khusus Universitas Katholik (Unika) Sanata Dharma Yogyakarta masih dalam konfirmasi. Nara sumber lainnya adalah Daniel Nuhamara dan Yusak Setyawan dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW). Terakhir adalah Sekretaris Pengurus PERSETIA dan Panitia Pelaksana Diskursus Difabilitas 2013 sekaligus Dekan Fakultas Teologia UKSW, Retnowati.

Para peserta dalam diskursus yang berlangsung selama lima hari itu akan diajak untuk merancang kurikulum dan model pelayanan gereja kepada para difabel.

(sumber gkj.or.id)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home