Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 15:49 WIB | Selasa, 14 April 2015

“Petugas Partai Aparatur Ideologi, Bukan Jongos Ketum”

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Aria Bima. (Foto: Dok. Satuharapan.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Aria Bima mengatakan makna sesungguhnya petugas partai adalah aparatur ideologis yang menjalankan tugas berdasarkan kepentingan rakyat, bukan jongos ketua umum.

Menurut sosok wakil rakyat di Komisi VI DPR RI itu, Kekuasaan harus dijalankan dalam nuansa public oriented. Untuk itu, PDIP memastikan setiap kader untuk menjadi aparatur ideologis menjalankan kepentingan partai yang berorientasi pada kepentingan publik.

"Petugas partai ini aparatur deologis, kalau saya melenceng ngomong maka saya ditegur partai secara ideologis. Bukan jongos atau pesuruh ketua umum. Saya ini sepuluh tahun petugas partai," kata Aria Bima saat menanggapi pertanyaan wartawan terkait makna petugas partai yang senantiasa diucapkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (14/4).

Menurut dia, esensi dari petugas partai bukanlah sebagai pembantu ketua umum. Namun, ketua umum dapat menegur kader yang dianggap melenceng dari kaidah partai. "Jangan dipelesetkan. Jongos ideologi enggak masalah, tapi bukan jongos ketua umum," ujar Aria.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri menegaskan kader partainya yang enggan disebut sebagai petugas partai dipersilakan keluar dari partai. Sebab, kata dia, semua kader PDIP di legislatif maupun eksekutif merupakan petugas partai.

"Ingat kalian adalah petugas partai. Petugas partai itu adalah perpanjangan tangan dari partai," kata Megawati saat menutup Kongres IV PDIP di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (11/4). 

Sementara terkait sindiran penumpang gelap yang dilontarkan Megawati kepada beberapa sosok dalam Pemerintahan Joko Widodo, Aria menjelaskan orientasi ini adalah capital oriented, bukan public oriented. Atas dasar itu, kata Aria, penumpang gelap berpotensi mencoreng perjuangan ideologis PDIP yang digagas selama 10 tahun menjadi oposisi.

"Penumpang gelap itu lebih ke capital oriented, bukan public oriented, jasi saya tidak mau menjelaskan" tandas anggota Komisi VI DPR RI itu.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home