Loading...
SMASH AYUB
Penulis: Ayub Yahya 19:49 WIB | Senin, 10 Desember 2018

Pilihan

SATUHARAPAN.COM - Di sana ada pengusaha kaya, dengan kekayaan trilyunan, mundur dari bisnis yang dibangunnya untuk berkarya bagi kemanusiaan. Sebetulnya ia bisa lebih kaya lagi, tapi ia berani berkata, “Stop!”

Di sini ada pengusaha besar, dengan segala cara (jualan Tuhan dan agama, menebar hoax dan kepalsuan) “cawe-cawe” terjun ke dunia politik; entah untuk mendapatkan jabatan tinggi, entah juga untuk “membeli pejabat tinggi”, tujuannya supaya bisa semakin membesarkan bisnisnya. Ia tidak kuasa menahan diri dari lambaian “kekayaan” yang terus menggoda.

Kelak keduanya sama-sama akan mati, dan sama-sama pula hanya akan tinggal sebuah  jejak. Yang satu, jejak yang akan dikenang dengan tinta emas, dan yang lain, jejak yang akan dikenang dengan cibiran. Sejarah akan mencatatnya. Dan anak cucu akan turut pula menanggungnya.

Hidup memang soal pilihan. Dan kejernihan nurani akan menentukan kualitas pilihan itu — bukan soal di dunia ini saja, tapi juga di dunia yang akan datang; apakah kelak kita menjadi pemenang, ataukah pecundang sesungguhnya.

 

Editor: Tjhia Yen Nie


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home