Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 15:46 WIB | Senin, 19 September 2016

PM Netanyahu Dijadwalkan Bertemu Obama di Sidang PBB

PM Netanyahu Dijadwalkan Bertemu Obama di Sidang PBB
Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyalami warga saat tiba di John F. Kennedy International Airport di New York untuk menghadiri gelaran kampanye partai Demokrat, 13 September 2016. Saul Loeb/AFP
PM Netanyahu Dijadwalkan Bertemu Obama di Sidang PBB
Presiden AS Barack Obama bergabung dengan calon presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton setelah berpidato di Konvensi Nasional Demokrat di Wells Fargo Center di Philadelphia, Pennsylvania pada 27 Juli 2016. AFP PHOTO/Mandel Ngan
PM Netanyahu Dijadwalkan Bertemu Obama di Sidang PBB
Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan pidato di National Convention of Disabled American Veterans ke-95 pada 1 Agustus 2016 di Atlanta, Georgia. (AFP)
PM Netanyahu Dijadwalkan Bertemu Obama di Sidang PBB
Tim medis Israel membawa seorang pria yang cedera setelah serangan penusukan yang dilakukan pria Palestina di dekat Gerbang Herod di Yerusalem 19 September 2016. Seorang warga Palestina menusuk dan melukai dua polisi di Yerusalem timur dekat Yerusalem sebelum ditembak oleh tentara yang berada di lokasi kejadian. (AFP)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pekan depan di New York pada sela-sela sidang Majelis Umum PBB, kata Gedung Putih pada hari Minggu (18/9).

Kedua pemimpin tersebut akan melakukan pertemuan bilateral pada hari Rabu (21/9), dengan membahas beberapa topik yang kemungkinan meliputi solusi konflik dua-negara Israel-- Palestina "dalam menghadapi masalah mendasar yang sangat mengganggu di dua negara tersebut," kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest dalam keterangannya.

Earnest mengatakan, pertemuan itu akan memberikan Obama dan Netanyahu berkesempatan untuk membahas "hubungan kuat antara Amerika Serikat dan Israel."

Kedua sekutu tersebut menandatangani perjanjian 10 tahun baru pada Rabu di Washington. Perjanjian tersebut menyatakan AS memberikan bantuan militer untuk Israel sebesar 38 miliar dolar Amerika (sekitar Rp 501,3 triliun), yang akan dimulai pada 2019, sebuah perjanjian bantuan militer tunggal terbesar dalam sejarah AS.

Netanyahu "secara pribadi akan berterima kasih kepada Presiden Obama atas perjanjian bantuan militer tersebut yang sudah ditandatangani pekan lalu," kata kantor pemimpin Israel itu dalam sebuah pernyataan.

"Perdana Menteri Netanyahu akan berdiskusi dengan Presiden Obama tentang beberapa tantangan di Timur Tengah dan langkah-langkah untuk memajukan perkembangan dalam perdamaian dan keamanan," katanya.

Obama dan Netanyahu, yang keduanya menjabat pada 2009. dikenal mempunyai hubungan yang sulit, ditegaskan oleh serangkaian insiden yang mencerminkan pemerintahan mereka.

Peristiwa terbaru terkait hubungan mereka adalah pembatalan kunjungan Netanyahu ke Gedung Putih di menit terakhir pada Maret.

Presiden Obama, yang mengetahui pembatalan tersebut melalui media, tidak menyembunyikan kejengkelannya atas peristiwa itu. (AFP)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home