Loading...
INDONESIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 19:13 WIB | Rabu, 08 Oktober 2014

Priyo: Dominasi KMP Bukan untuk Jegal Jokowi

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan (tengah) bersama wakil ketua (kiri ke kanan) Hidayat Nur Wahid, Mahyuddin, Oesman Sapta Odang dan EE. Mangindaan melakukan sumpah sebagai pimpinan MPR ketika pelantikan pada sidang paripurna pemilihan pimpinan MPR di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (8/10). Pimpinan MPR periode 2014-2019 yang diusung oleh Koalisi Merah Putih tersebut memenangkan pemilihan paket pimpinan MPR secara voting dengan memperoleh 347 suara, unggul dari calon pimpinan MPR yang diusung Koalisi Indonesia Hebat dengan 340 suara sedangkan satu anggota abstain. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Calon Ketua Umum DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyatakan bahwa dominasi Koalisi Merah Putih (KMP) pada pimpinan DPR dan MPR bukan untuk menjegal pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

"Sama sekali tidak dimaksudkan untuk menjegal Joko Widodo-Jusuf Kalla," katanya dalam Silaturahim Calon Ketua Umum Partai Golkar dengan DPD I dan DPD II Golkar se-Jawa Tengah, di Semarang, Rabu (8/10).

Dalam acara tersebut, Priyo memaparkan sejumlah visi dan misinya jika nanti terpilih menjadi ketua umum Partai Golkar. Salah satu yang akan diusungnya adalah menjadikan Golkar sebagai partai yang mengusung politik luhur.

Terkait dengan dominasi KMP atas pimpinan DPR dan MPR, mantan Wakil Ketua DPR RI itu mengatakan,"jika saya memimpin Partai Golkar maka yang akan saya kembangkan adalah politik luhur."

Sebagai salah satu motor utama KMP, menurut Priyo Partai Golkar akan sangat memberi warna dalam menentukan sikap KMP terhadap pemerintahan Jokowi-JK.

Meski demikian, kata Priyo, penguasaan KMP terhadap kepemimpinan DPR dan MPR, tidak dimaksudkan untuk menjegal atau "waton suloyo" (asal beda) dengan pemerintahan Jokowi-JK.

Dalam KMP, kata salah seorang Ketua DPP Partai Golkar itu, partainya akan tampil dengan wajah yang menampilkan keluhuran dan kesantunan dalam berpolitik.

"Golkar tidak akan menjadi partai pemburu kekuasaan semata," ucapnya.

Ketua Umum DPP MKGR (Musywarah Kekeluargaan Gotong Royong) itu menegaskan kekuasaan yang dimiliki Golkar akan digunakan untuk kepentingan rakyat dan dibadikan untuk memperjuangkan sebesar-besar kesejahteraan rakyat.

Ia menambahkan politik luhur akan membawa posisi Partai Golkar sebagai partai tengah dan moderat.

"Tidak akan menggunakan jalan kekerasan untuk mencapai tujuan politik," tukasnya.

Partai Golkar, lanjut Priyo, mengedepankan harmoni, sopan santun dan fatsun politik dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Golkar adalah partai nasionalis yang religius, partai yang sejak awal pendiriannya menentang ajaran komunisme yang anti-Tuhan, tetapi juga partai yang dalam platformnya tidak menghendaki negara agama.

Silaturahim Priyo dengan para pimpinan Partai Golkar se-Jawa Tengah adalah dalam rangka meraih dukungan, setelah sebelumnya bersilaturahim dengan jajaran pimpinan Partai Golkar se-Jawa Timur, untuk munas partai itu tahun depan.

Silaturahim Calon Ketua Umum Partai Golkar dengan DPD I dan DPD II Golkar se-Jawa Tengah, itu dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah Wisnu Suhandono dan 28 dari 35 ketua DPD II tingkat kabupaten/kota se-Jawa Tengah serta sekretaris dan pengurus lainnya.

Wisnu menyatakan mendukung Priyo sebagai tokoh muda untuk maju memimpin Partai Golkar dan memenangkan pemilu pada lima tahun mendatang. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home