Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 13:39 WIB | Jumat, 01 Juli 2016

Produk UMKM Indonesia Bersaing di Jeddah

Ilustrasi pembuatan tempat tisu dari rotan. (Foto: youtube.com)

JEDDAH, SATUHARAPAN.COM - Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Gunawan, mengatakan produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia telah membuktikan daya saingnya di Kota Jeddah, Arab Saudi.

Menurutnya, banyak show room di kota Jeddah menjual kerajinan bunga dari kertas, taplak meja khas Tasikmalaya, tempat tisu dari rotan dan bambu khas Cirebon, serta buah- buahan segar dari kayu khas Bali.

Selain itu, berbagai jenis dan ukuran lilin dan bunga-bunga plastik, dan aneka kerajinan lainnya yang dipajang di beberapa show room yang terletak di tengah pusat perekonomian kawasan Handawiyah di Kota Jeddah, Arab Saudi.

"Potensi pasar produk UMKM Indonesia di Jeddah bisa mencapai puluhan miliar. Bahkan untuk keseluruhan wilayah Arab Saudi bisa mencapai ratusan miliar setiap tahunnya. Ini menunjukkan bahwa produk-produk UMKM Indonesia mampu bersaing dengan produk-produk dari negara lainnya," kata Gunawan dalam keterangan tertulis, hari Jumat (1/7).

Kawasan Handawiyah ini memiliki puluhan bahkan ratusan show room yang menjual aneka pernak-pernik yang berasal dari berbagai negara seperti India, China, Thailand, Afrika, Mesir, Turki, dan Indonesia.

Salah satu show room yang menjual produk kerajinan UMKM Indonesia adalah Home Decorations, Candles, and Artificial Flower.

Show room ini dimiliki oleh Issam Mohammed S Hasbini EST, importir yang sudah terbiasa datang langsung ke Indonesia. Ia datang ke pameran-pameran yang digelar oleh Kementerian Perdagangan, seperti Inacraft dan Trade Expo Indonesia (TEI).

Pengusaha ini sangat serius untuk mencari produk Indonesia yang berkualitas, kompetitif, dan diminati oleh pasar di Arab Saudi. Gunawan mengatakan, berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh pemilik Issam Mohammed S Hasbini EST, setiap tahun secara kontinyu perusahaan ini mendatangkan aneka kerajian dari Indonesia.

“Bunga kertas langsung didatangkan dari Surabaya (3 kontainer per tahun), aneka taplak meja dari Bandung (3 kontainer per tahun), dan aneka kerajinan lainnya dengan nilai transaksi lebih dari US$ 300.000 (lebih dari Rp 4 miliar) per tahun,” kata Gunawan.

ITPC Jeddah juga berkesempatan mengunjungi show room ini, sekaligus untuk mensosialisasikan TEI 2016. Sosialisasi ini ditujukan kepada calon buyers dari Arab Saudi yang berminat datang pada TEI 2016, yang akan digelar Oktober 2016 di Jakarta.

Kemudahan Bagi Pelaku Usaha

Selain melakukan sosialisasi mengenai TEI 2016, ITPC Jeddah juga melakukan koordinasi dengan Atase Perhubungan dan Atase Imigrasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah.

Gunawan mengatakan, koordinasi ini khususnya terkait dengan paket–paket kemudahan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia untuk menarik buyers dari Arab Saudi. Paket itu di antaranya berupa kemudahan dalam pengurusan paspor dan visa di kantor imigrasi KJRI Jeddah.

Menurut Gunawan, kemudahan ini akan diberikan kepada pengusaha yang akan melakukan kunjungan ke Indonesia terkait urusan bisnis, perdagangan, pariwisata, ataupun investasi. Selain itu, para buyers juga akan mendapat informasi mengenai penerbangan dari Jeddah, Arab Saudi, ke Jakarta atau sebaliknya.

"Dengan kemudahan ini, selain melakukan aktivitas berbisnis, diharapkan para pengusaha Arab Saudi mampu mendatangkan nilai tambah bagi Indonesia berupa kegiatan berwisata," kata Gunawan.

KJRI Jeddah sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh semua fungsi atau teknis dalam upaya peningkatan ekspor ke Arab Saudi.

Plt. Konsul Jenderal RI Jeddah, Dicky Yunus, mengatakan bahwa, menurut arahan Presiden RI pada tahun 2016 ini semua Perwakilan Indonesia di luar negeri diminta fokus pada kegiatan diplomasi ekonomi dengan cara aktif melakukan kegiatan-kegiatan promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home