Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 14:45 WIB | Kamis, 03 Oktober 2019

Program Doktor Manajemen FEB UKSW Luluskan Doktor Wanita Termuda

Pambayun Kinasih Yekti Nastiti lulus program doktor dengan indeks kumulatif 4.0, menjadi doktor ke-22 yang diluluskan Program Studi Doktor Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), pada penggal pertengahan September lalu. (usw.edu)

SALATIGA, SATUHARAPAN.COM – Pambayun Kinasih Yekti Nastiti menjadi doktor ke-22 yang diluluskan Program Studi Doktor Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), pada penggal pertengahan September lalu.

Ia meraih predikat cum laude dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00 setelah berhasil mempertahankan disertasi yang berjudul “Manajemen Modal Kerja: Antara Determinan dan Sustainable Growth” di hadapan para penguji yang terdiri atas  Prof Dr Intiyas Utami, Dr Usil Sis Sucahyo MBA, Dr Theresia Woro Damayanti MSi,  dan Dr Indarto SE MSi.

Disertasi yang disusun di bawah bimbingan Prof Supramono SE MBA DBA dan Apriani Dorkas Rambu Atahau SE MCom PhD ini mengangkat tentang efek dan determinan manajemen modal kerja pada perusahaan manufaktur. Tercatat 137 perusahaan manufaktur di berbagai kota seluruh Indonesia menjadi lokasi penelitian Pambayun, yang meraih gelar masternya dari Magister Manajemen FEB UGM dan Magister Akuntansi FEB UKSW ini.

“Pemilihan topik tersebut beranjak dari fenomena bahwa pada umumnya perusahaan manufaktur, termasuk di Indonesia memiliki proporsi modal kerja relatif besar mencapai lebih dari separuh total asetnya, yaitu tercatat sebesar 52,62 persen selama periode 2010-2017,” katanya.

“Tingginya proporsi investasi modal kerja tersebut berimplikasi pada pentingnya manajemen modal kerja bagi keberlangsungan perusahaan manufaktur, mengingat peran perusahaan manufaktur di indonesia selama ini sebagai  tulang punggung perekonomian yang memberikan kontribusi terbesar terhadap GDP dan ekspor Indonesia,” tutur ibu dua orang anak tersebut.

Temuan dari studi yang dilakukan oleh Pambayun memperkuat argumentasi tentang peran krusial dari kemampuan manajer perusahaan mengelola modal kerja karena menentukan keberlangsungan perusahaan untuk tumbuh dalam jangka panjang.

Lebih lanjut disampaikan Pambayun yang aktif menjadi pengajar di FEB UKSW ini manajemen modal kerja perusahaan memiliki efek positif terhadap kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan memanfaatkan asetnya.

Imbasnya, perusahaan memiliki kemampuan untuk bertumbuh secara berkelanjutan. Adapun efek determinan manajemen modal kerja yakni pertumbuhan penjualan dan pertumbuhan ekonomi.

Disertasi yang digarap Pambayun juga membahas tentang orentasi kebijakan manajemen modal kerja dari sisi karakteristik gender manajer puncak. Hasilnya menunjukkan Chief Financial Officer (CFO) perempuan cenderung memiliki preferensi untuk menerapkan investasi yang besar pada aset lancer, sehingga mengarah kepada kebijakan investasi manajemen modal kerja yang konservatif.

Telurkan Dua Jurnal

Selama studi, Pambayun berhasil mempublikasikan dua artikel di jurnal internasional bereputasi dan dua jurnal lainnya sedang dalam proses review. Selain itu perempuan kelahiran Salatiga, 12 November ini, juga berhasil melakukan join publikasi buku Keuangan Berbasis Perilaku bersama pengajar FEB UKSW. Dalam waktu yang bersamaan, Pambayun juga mengambil program magister Akuntansi FEB UKSW.

“Pencapaian ini tak lain berkat dukungan penuh dari orang tua, suami, dan putra-putri tercinta serta para pengajar di lingkungan prodi Doktor Manajemen UKSW. Semoga hasil ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu manajemen keuangan yang saya tekuni selama ini,” ia menambahkan.

Capaian Pambayun yang mampu menyelesaikan program doktor di usia yang relatif muda yakni 29 tahun, memperoleh apreasiasi dari dekan FEB UKSW, Roos Kities Andadari SE MBA PhD. Ia berharap capaian salah satu lulusannya tersebut dapat menjadi contoh bagi rekan-rekan lain yang saat ini tengah merampungkan program doktoral.

“Semoga ilmu dan gelar yang telah Anda miliki dapat bermanfaat untuk melayani masyarakat. Pengetahuan harus terus dikembangkan, ini buka akhir tapi justru awal  dari berbagai tantangan yang harus Anda jawab,” pesannya.

Roos Kities juga menyebutkan, saat ini prodi Doktor Manajemen FEB UKSW menjadi salah satu prodi yang direkomendasikan sebagai salah satu tujuan studi dengan beasiswa oleh Dikti. Ia berharap apa yang telah dicapai Pambayun dapat diikuti masyarakat dengan memanfaatkan beasiswa Dikti tersebut. (uksw.edu

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home