Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 08:39 WIB | Kamis, 21 Januari 2021

Puting Beliung di Wonogiri, Terjadi Hampir Tiap Tahun

Angin puting beliung terjadi di tengah perairan Waduk Gajahmungkur, Desa Sendang, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, hari Rabu (20/1) pukul 16.30 WIB. (Foto: Relawan PB Wonogiri)

WONOGIRI, SATUHARAPAN.COM-Fenomena alam angin puting beliung terjadi di tengah perairan Waduk Gajahmungkur, Desa Sendang, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada hari Rabu (20/1) pukul 16.30 WIB. Dan fenomena itu hampir setiap tahun terjadi, pada peralihan musim. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa fenomena itu juga disebut Waterspoutkarena terjadi di perairan atau di atas permukaan air. "Waterspout adalah angin puting beliung yang berada di atas permukaan air (dapat berupa danau maupun laut),” kata UPT BMKG A Yani di Semarang dalam keterangan tertulis dirilis BNPB.

Menurut analisis sementara BMKG, terjadinya fenomena tersebut dipengaruhi adanya dinamika atmosfer yang menunjukkan adanya sirkulasi siklonik di selatan Indonesia yang memicu terbentuknya belokan angin dan pertemuan angin di wilayah Jawa Tengah.

Kondisi tersebut didukung oleh masa udara yang labil serta kelembaban udara yang cukup tinggi dari lapisan bawah hingga lapisan atas, sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan di Jawa Tengah, khususnya wilayah Wonogiri.

Berdasarkan pantauan dari Citra Satelit dan Radar, BMKG Ahmad Yani di Semarang telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem dari Pukul 13.50 WIB dan telah di update pukul 16.25 WIB dan Wonogiri termasuk salah satu wilayah yang masuk dalam peringatan dini tersebut.

Terjadi Hampir Setiap Tahun

Fenomena tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto. Menurut dia fenomena tersebut kerap terjadi setiap tahun, dan biasanya pada masa peralihan musim.

“Sebenarnya hampir setiap tahun terjadi di wilayah Kabupaten Wonogiri,” kata Bambang dalam keterangan melalui video. Bambang juga mengatakan bahwa putting beliung yang terjadi selama kurang lebih 10-15 menit itu mengarah ke selatan, dan tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.

BNPB mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik dengan adanya peristiwa itu yang terjadi sebagai tanda peralihan musim.Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terpengaruh adanya berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Menurut informasi BMKG, wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Jawa Tengah meliputi Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo dan Purworejo. Juga Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Pati, Kudus, Jepara, Magelang dan Surakarta.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home