Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 17:35 WIB | Kamis, 17 Oktober 2019

Rasisme Bertentangan dengan Nilai-nilai Kekristenan

Pemimpin gereja dari berbagai denominasi hadir dalam peringatan 400 tahun kedatangan budak kulit hitam di Virginia, Amerika Serikat. (Foto: dari oikoumene.org)

HAMPTON, SATUHARAPAN.COM - “Rasisme dalam segala bentuknya adalah lawan kata dari nilai-nilai kita sebagai orang Kristen, sebagai gereja dan sebagai gerakan ekumenis.” Demikian dikatakan Sekjen Dewan Gereja-gereja Dunia (WCC), Dr. Olav Fykse Tveit, hari (kamis (17/10) di Hampton, Virginia, Amerika Serikat.

Dalam sebuah pesan kepada mereka yang berkumpul di kota itu, Tveit, mengeksplorasi isu "Ras, Pertobatan, dan Pemulihan: (sebagai) Peluang Ekumenis."

Tveit menegaskan bahwa rasisme bertentangan dengan semua aspek pekerjaan kami sebagai Dewan Gereja-gereja Dunia."

Tveit bergabung di kota itu dalam peringatan 400 tahun kedatangan orang-orang Afrika yang diperbudak ke Jamestown di  Virginia, AS.

Melihat banyak tradisi Kristen yang diwakili pada peringatan tersebut, Tveit merefleksikan, "Rasisme juga bertentangan dengan pekerjaan kita untuk persatuan gereja."

Rasisme adalah dosa yang tidak dapat diatasi hanya dalam satu program, tetapi harus diperangi dalam semua yang kita lakukan. Dia menegaskan bahwa hal itu adalah "kepedulian yang berkelanjutan dari persekutuan gereja-gereja di seluruh dunia, dan memang dari seluruh gerakan oikumenis."

“Hari ini, 30 tahun setelah runtuhnya apartheid, kita melihat fase baru dan wajah rasisme dalam gerakan rasis dan tren politik dan ideologi baru-baru ini, seperti supremasi kulit putih di AS, dan di Eropa, tetapi juga ekspresi baru dari racun yang sama di setiap bagian dunia,” kata Tveit.

Dia mengatakan, gereja-gereja itu sendiri bukan tanpa kesalahan. "Apartheid, kita ingat, pada dasarnya adalah bid'ah religius," katanya, dan mengingatkan bahwa "bahkan hari ini politik dan praktik Kristen sering terbukti tidak membantu dalam memerangi rasisme modern."

Sementara itu, Moderator Komite Sentral WCC, Dr Agnes Abuom berbicara pada saat menandai 400 tahun kedatangan para budak. “Gambaran Tuhan mana yang bisa digunakan untuk melegitimasi hal-hal seperti itu terjadi?” Tanyanya.

Dia menegaskan tentang iman kepada Tuhan yang adil; keadilan dan rahmat yang membantu budak Afrika untuk bertahan hidup dalam periode gelap sejarah manusia. (oikoumene.org)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home