Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 20:50 WIB | Kamis, 07 Januari 2016

Resolusi Tahun Baru Harus Berakar pada Firman Tuhan

Ilustrasi: Jessica Pigg (kanan) dan suaminya Timothy Pigg (kiri). (Foto: texanonline.com).

IMMOKALEE, SATUHARAPAN.COM – Jessica Pigg, Direktur Pelayanan Perempuan di Gereja First Baptist  Immokalee,  Florida, Amerika Serikat, menyebut pada 2016 dia tidak sembarangan mengucap resolusi atau berharap sesuatu yang muluk-muluk, karena resolusi dibuat dan berakar dari Firman Tuhan yang tertuang dalam Alkitab.

“Resolusi adalah hal yang indah ketika dibuat untuk alasan yang tepat. Sebagian besar resolusi saya pada 2016 ini hanya saya pendam sebentar, tapi tahukah Anda bahwa, resolusi yang dibuat untuk Tuhan dan berakar pada firman-Nya tidak hanya mengubah hidup saya sendiri, tetapi hidup orang-orang di sekitar saya,” kata Jessica seperti tertuang dalam kolom opini situs berita Gereja Baptis, Baptist News, hari Rabu (6/1).

Jessica menyebut bulan Januari di setiap awal tahun merupakan awal yang paling  menakutkan, tapi dia menyebut itu bukan merupakan ketakutan namun akan ada banyak  kebiasaan, tujuan hidup, dan   resolusi baru yang harus dipenuhi oleh setiap orang atau keluarga.

“Tahun ini, alih-alih membuat daftar resolusi yang berputar di sekitar saya dan situasi  hidup saya, saya bergumul dengan firman Tuhan setiap hari dan resolusi tersebut saya biarkan dalam hati saya, biar Yesus yang menjamah dan mewujudkan resolusi saya,” kata dia.

Jessica menyebut bila menyerahkan resolusi dan harapan sepenuhnya kepada Tuhan Yesus, maka  akan membentuk  hidup seseorang  menjadi lebih berarti bagi  Kristus.

 “Pernahkah Anda begitu lapar, dan tidak ada makanan di sekitar Anda sehingga Anda  hanya mengudap beberapa butir permen?,” kata dia.

Jessica membandingkan  makanan ringan seperti permen adalah hal-hal fana yang ada di dunia. “Sekilas rasa dan kenikmatan manis itu membunuh Anda, namun Anda tidak akan menyadari bahwa itu tidak akan memuaskan rasa lapar dan dahaga Anda,” kata  dia.

“Firman Tuhan tidak seperti buku lain yang pernah ditulis. Setiap kata yang diilhami ilahi dan ditiupkan oleh Allah seperti kita melihat di 2 Timotius 3: 16-17, dan Ibrani 4:12 yang menggambarkan bahwa Tuhan tetap menyertai kita  setiap kita melalui ujian, dan janjiNya berlaku di setiap badai dan cobaan hidup,” kata dia.

Dia mengutip Mazmur 34 ayat 8 sembari menjelaskan kutipan ayat tersebut yang mengharuskan manusia mengambil garpu rohani kita dan pisau untuk membedah rasa dan melihat bahwa Tuhan  baik. “Ketika kita mengisi perut rohani kita dengan kebenaran, hasilnya adalah bahwa mata kita akan terbuka dan kita akan melihat kebaikan Tuhan dalam segala hal dan setiap saat,” kata dia.

“Yesus menjelaskan kepada para murid dalam Lukas  6:21 bahwa baik sebagai anak Allah kita  menjadi pribadi yang lapar rohani,” kata dia.

Dia mengajak  pada tahun 2016 seluruh pembaca  untuk menjadi pribadi yang lapar rohani. “Bagaimana jika kita mengambil Alkitab, jurnal dan pena, dan makan kebenaran Firman yang tidak pernah gagal dan menjawab kebutuhan kita yang terdalam,” dia mengakhiri penjelasannya.  (bpnews.net).

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home