Loading...
EKONOMI
Penulis: Eben Ezer Siadari 10:05 WIB | Selasa, 20 Januari 2015

Rhenald Khasali Tidak Rekomendasikan "Cara Goblok" Bob Sadino

Bob Sadino. (Foto: Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Berpulangnya entrepreneur eksentrik, Bob Sadino, kemarin sore, memunculkan banyak pendapat dan kenangan. Diantarnya dari Gurubesar di bidang Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Khasali.

"Selamat jalan Oom Bob. RIP...banyak hal baik yang bisa kita kenang," tulis dia pada akun twitternya.

Menariknya, kendati Rhenald Khasali memuji Bob Sadino sebagai sumber inspirasi, ia juga tetap meminta agar pemikiran-pemikiran Bob Sadino dipahami secara kritis. Rhenald yang juga menulis sejumlah buku bisnis, antara lain Wirausaha Mandiri dan From One Dollar to One Billion Company, dan banyak lagi, mengunggah lagi catatan-catatannya tentang pemikiran Bob, yang ia nilai perlu dipahami secara hati-hati.

Bob Sadino, pengusaha yang terlahir dengan nama asli Bambang Mustari Sadino memang populer dan pendapatnya banyak diacu. Pendiri dan pemilik jaringan usaha ritel Kemchicks dan Kemfoods ini sering melontarkan seruan-seruan yang terdengar melabrak cara berpikir yang sudah umum.  

Salah satu pendapat Bob Sadino yang populer dan sampai sekarang sering diulang-ulang adalah resep sukses dengan "Cara Goblok." Demikian populernya kalimat-kalimat yang mengandalkan kegoblokan itu, sampai-sampai penulis Dodi Mawardi pada tahun 2009 membuat buku yang diterbitkan oleh  Kintamani Publishing, berjudul  "Belajar Goblok dari Bob Sadino."

Buku ini berhasil menjangkau pembaca yang lebih luas, menyebabkan "Cara Goblok" itu lebih populer lagi. Buku tersebut telah dikutip dengan berbagai cara, termasuk dengan membuat meme di medsos dan cuplikan video di youtube. Ucapan-ucapan yang bernada kontroversial Bob Sadino, misalnya adalah seperti berikut ini:

"Orang 'goblok' berbisnis tidak berpikir urutan, sedngkan orang pinter berpikir urut."

"Orang pintar tidak mudah percaya dengan orang lain, jadi semuanya mau dikerjain sendiri, seolah tak ada yang dapat menggantikan dirinya."

"Nah, kalau orang 'goblok' dia akan mencari orang pintar dan harus lebih pintar darinya, untuk menjalankan usahanya."

"Kalau 'orang goblok' itu tak pandai menghitung, makanya lebih cepat mulai usaha. Kalau orang pinter, menghitungnya njlimet, jadi nggak mulai-mulai usahanya."

Didukung oleh bahasa sederhana dan komunikatif yang digunakannya, ditambah pula penampilannya yang nyeleneh setimpal dengan pikiran-pikirannya, Bob Sadino menjadi pujaan banyak anak muda yang bercita-cita jadi pengusaha. "Cara Goblok" Bob Sadino menjelma seakan jadi mantra.

Namun, Rhenald Khasali, memilih bersikap kritis dan hati-hati terhadap pemikiran-pemikiran yang dianjurkan pengusaha yang tenar dengan trade mark celana pendek dan kemeja dengan ujung lengan tak dijahit itu.

"Cara goblok yang Bob Sadino maksudkan bukan menjadi manusia bodoh yang tidak belajar, itu hanya selorohnya saja. Tapi kalaupun ia anggap benar seperti itu, hendaknya kita senyum-senyum saja namun tetap kritis karena bisnis tidak bisa goblok-goblokan, apalagi sekarang mana ada orang yang tidak mengandalkan pengetahuan," tulisnya.

Berikut ini disajikan catatan Rhenald Khasali selengkapnya:

Tentu sebagian orang bertanya mengapa saya tak merekomendasikan "Cara Boblok" nya Oom Bob Sadino.

 Pertama saya kenal Oom Bob lebih dari 25 tahun dan dia tidak pernah pakai cara goblok seperti yang kita baca judulnya, dia sangat cerdas dan berhitung
 
Kedua, cara goblok yang ia maksudkan bukan menjadi manusia bodoh yang tidak belajar, itu hanya selorohnya saja...tapi kalaupun ia anggap benar seperti itu, hendaknya kita senyum-senyum saja namun tetap kritis karena bisnis tidak bisa goblok-goblokan, apalagi sekarang, mana ada orang yang tidak mengandalkan pengetahuan. Cara mengujinya mudah, kalau ada orang yang mengatakan bodoh orang yang sekolah maka cek apakah ia mengijinkan anak-anaknya tidak bersekolah?
 
Ketiga, istilah "cara goblok", atau "tak perlu skolah tinggi" adalah sebuah bentuk motivasi yang ingin disampaikan Oom Bob, bahwa pertama, kalau Anda sudah sekolah tinggi, mbok ya jangan jadi ruwet, semua dibikin susah.

Seperti kata Albert Einstein, orang yang pandai adalah orang yang bisa membuat hal ruwet jadi sederhana. bukan seperti "dosen killer" yg selama ini Anda anggap sebagai pintar. Jadi cara goblok adalah berpikir simpel, sehingga actionnya jadi cepat, gesit, tidak birokratis, menyederhanakan pikiran seperti mengedit tulisan
    
Kedua, dia ingin sampaikan banyak orang yang sekolah tinggi tetapi teerlalu banyak berwacana, dia kritik keras disitu.

Ketiga, dia ingin memotivasi kalau Anda tak bisa sekolah tinggi, jangan khawatir, karena ia pun tidak sekolah tinggi tetap bisa. Ya ini penting.
    
 Kita tahu Oom Bob tak sekolah tinggi, tetapi dia terus belajar. Metode belajar dia berbeda dengan orang sekolahan, dia belajar dari pengalaman. Bedanya, kalau Anda yang sekolah belajar dulu baru diuji, dia diuji dulu baru belajar. Nah apakah jalan Anda bisa sama seperti Oom Bob?

Harap diingat Oom Bob di usia muda bekerja di kapal, merantau ke Belanda. Ini bagus, artinya dia harus survive, berpikir, merantau. Sedangkan sebagian besar Anda pembaca bukunya tinggal bersama orang tua, biasa dituntun, jarang berpikir mandiri. Jelas berbeda.

Kalau mau sukses merantaulah, hijrah, keluar dari ketiak orangtua, karena saat itulah Anda belajar mandiri, otak Anda terpakai 100 persen.
 
Dalam banyak kesempatan pribadi, Oom Bob bilang dia hanya " "memprovoke" mahasiswa agar lebih berani.

Dan suatu ketika ia gelisah sepulang dari Salatiga, ia menunggu sampai saya tiba di bandara Semarang karena gelisah mahasiswa tidak merespons provokasinya. Yang dia khawatirkan, kalau mahasiswa menafsirkan kata goblok secara harfiah, tak perlu belajar, bisa gampang-gampangan...semua perlu dipikirkan tentunya.

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home