Loading...
RELIGI
Penulis: Bayu Probo 10:46 WIB | Minggu, 08 Mei 2016

Saking Kagum, Adele Samakan Beyonce dengan Yesus Kristus

Penyanyi Adele memecahkan rekor lewat single terbaru, diunduh lebih dari satu juta kali dalam sepekan pada awal Oktober tahun lalu di Amerika Serikat. (Foto: m.joss.today)

SATUHARAPAN.COM – Begitu kagum dengan karya terbaru Beyonce, Adele menyamakan ikon pop ini dengan Yesus Kristus.

Penyanyi bernama lengkap Adele Laurie Blue Adkins ini tentu membuat beberapa orang marah setelah mendengar komentar kontroversial yang ia ucapkan saat konser di Kopenhagen, Selasa (3/5).

Sebelumnya, penyanyi hits Hello ini mengatakan pada pengikut Instagram-nya “Saya tidak terlambat dengan kekaguman saya. Beyonce adalah orang yang paling inspiratif yang pernah saya punya, layak untuk dipuja. Talentanya, kecantikannya, kebaikan hatinya, dan etos kerja semua ada dalam dirinya. Saya sangat menghargaimu! Terima kasih Tuhan untuk Beyonce X.”

 

Selama konsernya di Denmark Selasa, ia mengatakan: “Bagaimana mungkin ia makin baik dan terus makin baik? Bagaimana mungkin? Dia adalah Yesus [serapah] Kristus, Yesus [serapah] Kristus. Beyonce adalah artis paling keren di seluruh dunia. Sulit dipercaya aku sudah mendengarkannya selama 17 tahun, dan dia masih membuat musik yang membuai pikiranku.”

Menyusul pernyataan penggemar Spice Girls ini, media sosial bereaksi keras terhadap pernyataan Adele ini.

“Wow benarkah? Saya suka Beyonce tapi dia tidak mati di kayu salib untuk dosa-dosa saya atau orang lain, sehingga menyamakannya dengan Yesus Kristus adalah benar-benar tidak dapat diterima dalam pikiran saya,” tulis seorang pengguna Facebook.

Yang lain menambahkan, “Adele. Kiranya Tuhan mengampuni jiwamu yang mencuri kemuliaan Yesus. #yourExaltation mungkin menyebabkan hidupnya #pedalstools #Everykneewillbow.”

Lainnya memuji fakta bahwa seorang seniman sekaliber Adele menghargai artis lain sedemikian rupa.

 

Album baru Beyonce Lemonade, dirilis pada 23 April di Tidal. Bersama dengan musik, HBO menayangkan album visual Beyonce. Itu bukan hanya hasil artistik yang menampilkan sakit hati, pengkhianatan, dan pengampunan, melainkan juga memberikan wawasan tentang persepsi miring pada spiritualitas megabintang ini yang berhubungan dengan kekristenan.

Komentar Adele menambah populer album sinematik ini. Album ini dipublikasikan sarat dengan klip pemberdayaan perempuan kulit hitam, akting para superstar dan interpretasi visual yang artistik jenius terkait dengan perjalanan menyakitkan Beyonce melalui perselingkuhan dan pengampunan dalam pernikahannya dengan rapper Jay Z. Dalam film berdurasi satu jam ini , perempuan asli Houston, Texas mengajak penggemar menelusuri perjalanannya dalam penebusan setelah pengkhianatan.

Dimulai dengan intuisi, Lemonade menampilkan perjuangannya melalui penolakan, kemarahan, apatis, kekosongan, akuntabilitas, reformasi, pengampunan, kebangkitan, harapan, dan penebusan.

Sebagai manusia biasa—seluruh film dinarasikan dengan kata-kata dan musik pada album 12 track-nya—Beyonce menggambarkan adegan doa, puasa, pengakuan dosa, baptisan, Tuhan, setan, dan kutukan semua untuk menggambarkan naik turun emosional pernikahannya dengan Jay Z. (Christian Post)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home