Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 09:38 WIB | Rabu, 24 Juni 2020

Sanofi Berharap Vaksinnya Dapat Persetujuan Pertengahan 2021

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengenakan masker pelindung wajah, mendengarkan para peneliti ketika ia mengunjungi laboratorium di pabrik unit pembuat obat Prancis di pabrik Sanofi Pasteur di Marcy-l'Etoile, dekat Lyon, Prancis, hari Selasa, (16/6/2020. (Foto: AP)

PARIS, SATUHARAPAN.COM-Pembuat obat Prancis, Sanofi SA, mengatakan pada hari Selasa (23/6) pihaknya mengharapkan untuk mendapatkan persetujuan untuk vaksin COVID-19 potensial yang sedang dikembangkannya dengan GlaxoSmithKline Plc (GSK) dari Inggris pada paruh pertama tahun depan, lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sanofi, yang menjadi tuan rumah acara penelitian dan pengembangan virtual, dan GSK mengatakan pada bulan April vaksin, jika berhasil, akan tersedia pada paruh kedua 2021. "Kami dipandu oleh dialog kami dengan pihak berwenang," kata kepala penelitian Sanofi, John Reed.

Saat ini belum ada vaksin untuk mencegah virus corona yang telah menginfeksi lebih dari sembilan juta orang dan membunuh lebih dari 469.000 secara global, dan hanya beberapa obat yang telah menunjukkan manfaat pada pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit dalam uji klinis.

Banyak pembuat obat berlomba untuk menghasilkan vaksin yang aman dan efektif yang dapat diproduksi dalam skala besar. Moderna Inc, University of Oxford bekerja sama dengan AstraZeneca Plc, dan aliansi BioNTech dan Pfizer Inc telah menjadi berita utama dengan melangkah ke uji coba pada manusia pada awal Maret lalu.

Chief Executive Sanofi, Paul Hudson, mengatakan yang pertama dalam “perlombaan” itu sekarang tidak dijamin untuk mengamankan kemenangan. "Ada perusahaan yang bergerak lebih cepat, tetapi mari kita perjelas dengan tegas, kecepatan memiliki tiga kelemahan," katanya tentang persaingan.

"Mereka menggunakan pekerjaan yang ada, dalam banyak kasus dilakukan untuk SARS (Severe Aqute Respiratory Syndrome); kemungkinan tidak akan seefisien itu, dan tidak ada jaminan pasokan dalam volume besar," kata Hudson. Peluang keberhasilan untuk Sanofi adalah "lebih tinggi daripada orang lain," kata CEO itu.

Komentar-komentar itu sesuai dengan yang dikatakan GSK, yang kepala petugas medisnya untuk vaksin mengatakan bahwa perusahaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas ketimbang kecepatan. Sanofi, yang divisi vaksin Pasteurnya telah lama memiliki reputasi, terutama dalam flu, saat ini bekerja pada dua proyek vaksin.

Sanofi mengatakan memiliki kapasitas untuk memproduksi hingga satu miliar dosis vaksin rekombinan per tahun, dan bahwa ia akan mampu memasok hingga 360 juta dosis vaksin mRNA setiap tahunnya.

Pada bulan April, Sanofi mengatakan memiliki kapasitas produksi untuk 600 juta dosis untuk vaksin rekombinannya, dengan ambisi untuk menggandakan produksi pada pertengahan 2021.

Perusahaan itu juga mengatakan akan memperluas kolaborasinya dengan Translate Bio pada pengembangan vaksin, dalam kesepakatan yang akan memberi US$ 425 juta pembayaran awal. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home