Loading...
HAM
Penulis: Dedy Istanto 04:01 WIB | Rabu, 17 Juli 2013

SBY Akhirnya Menerima Sepuluh Penggowes Syiah di Cikeas

Sepuluh penggowes Muslim Syiah yang selama 16 hari melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda dari Surabaya ke Jakarta akhirnya diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Minggu (14/7). (Foto : Dedy Istanto).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Sepuluh penggowes pengungsi dari Muslim Syiah Sampang kini dapat bernafas lega. Pasalnya pada Minggu (14/7) lalu sepuluh perwakilan dari Sampang tersebut akhirnya diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediamannya di Cikeas pukul 21.00 WIB. Pertemuan selama 45 menit tersebut menjadi jawaban bagi sepuluh penggowes dan pendamping setelah sebulan lalu meninggalkan keluarganya dalam memperjuangkan haknya.

Dalam pertemuan tersebut SBY menyampaikan rasa keprihatinannya atas peristiwa yang terjadi. Secara khusus SBY mengirim salam kepada para penggowes yang akan pulang terserbut untuk para pengungsi umat Muslim Syiah lainnya yang kini berada di Sidoarjo, Jawa Timur.

SBY menyatakan dengan tegas kepada para pengungsi supaya tidak hanyut atas berita apapun kecuali informasi dari beliau. Ketika Ustadz Iklil mengatakan rindu dengan kampung halaman dan ingin berhari raya di kampung, maka SBY mengatakan “ akan memulangkan saudara-saudara yang mengungsi sebelum lebaran “.

Pada akhir Juli nanti SBY dijadwalkan juga akan ke Surabaya dan akan memimpin langsung rekonsiliasi yang akan dihadiri oleh banyak pihak nantinya. SBY juga akan menyediakan anggaran khusus untuk pembangunan rumah warga dan perbaikan infrastruktur yang rusak dengan mengirimkan tim khusus dalam pekan depan.

Sementara di pengungsian Sidoarjo ada sekitar 69 Kepala keluarga dan 80 anak-anak. Jumlah anak bertambah karena ada beberapa anak yang bersekolah di luar kota yang sedang liburan yang sekarang sudah kembali berkumpul dengan keluarganya.

Pertemuan 45 menit tersebut menjawab perjuangan yang selama ini dinantikan bagi para pengungsi Muslim Syiah yang berada di Sidoarjo, terutama bagi anak-anak pengungsi Syiah yang kondisinya saat ini tidak maksimal mendapatkan pendidikan yang layak karena statusnya.

Janji presiden ini menjadi kado bagi anak-anak di Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli nanti. Semoga anak-anak dan orang tua korban dari aksi intoleransi yang dialami bisa kembali ke rumah masing-masing dan memulai kehidupan baru yang damai dan tenteram.

 

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home