Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Sabar Subekti 08:27 WIB | Jumat, 15 Januari 2021

Seekor Merpati Terbang 13.000 Kilometer Melintasi Samudera Pasifik

Dia, yang diberi nama Joe, terbang dari Oregon hingga Melbourne, tapi Australia ingin membunuhnya.
Seekor merpati balap hinggap di atap pada hari Selasa di Melbourne, Australia. Merpati ini pertama kali terlihat pada akhir Desember 2020, tampaknya telah menyeberangi Samudra Pasifik sepanjang 13.000 kilometer dari Amerika Serikat ke Australia. Para ahli menduga merpati yang diberi nama Joe, diambil dari nama presiden terpilih AS, menumpang kapal kargo untuk menyeberangi Pasifik. (Foto Kevin Celli-Bird via AP)

CANBERRA, SATUHARAPAN.COM-Seekor merpati balap telah selamat melintasi Samudra Pasifik yang luar biasa sepanjang 13.000 kilometer atau 8.000 mil dari Amerika Serikat untuk menemukan rumah baru di Australia. Sekarang pihak berwenang Australia menganggap burung itu memiliki risiko karantina dan berencana membunuhnya.

Kevin Celli-Bird mengatakan pada hari Kamis (14/1) bahwa dia menemukan burung yang kelelahan itu yang tiba di halaman belakang rumahnya di Melbourne pada 26 Desember. Merpati itu telah menghilang dari perlombaan di negara bagian Oregon, AS pada 29 Oktober.

Para ahli mencurigai merpati yang diberi nama oleh Celli-Bird sebagai Joe, sesuai nama presiden terpilih AS, menumpang kapal kargo untuk menyeberangi Samudera Pasifik.

Prestasi Joe telah menarik perhatian media Australia tetapi juga dari Layanan Karantina dan Inspeksi Australia (Australian Quarantine and Inspection Service/AQIS) yang terkenal ketat.

Celli-Bird mengatakan otoritas karantina meneleponnya pada hari Kamis untuk memintanya menangkap burung itu. “Mereka bilang kalau itu dari Amerika, maka mereka khawatir dengan penyakit burung,” katanya. 

“Mereka ingin tahu apakah saya bisa membantu mereka. Saya berkata, “Sejujurnya, saya tidak bisa menangkapnya. Saya bisa mendekatinya hingga 500 mil (maksudnya milimeter atau setengah meter) darinya dan kemudian dia bergerak."

Masalah Biosekuriti

Departemen Pertanian Australia, yang bertanggung jawab atas biosekuriti, mengatakan merpati itu "tidak diizinkan untuk tinggal di Australia" karena "dapat membahayakan keamanan pangan Australia dan populasi burung liar kami".

“Ini menimbulkan risiko biosekuriti langsung bagi kehidupan burung Australia dan industri unggas kami,” kata sebuah pernyataan departemen itu.

Pada 2015, pemerintah mengancam akan membunuh dua anjing Yorkshire terrier, Pistol dan Boo, setelah mereka diselundupkan ke negara itu oleh bintang Hollywood, Johnny Depp, dan mantan istrinya Amber Heard.

Dihadapkan pada tenggat waktu 50 jam untuk meninggalkan Australia, anjing-anjing itu berhasil keluar dengan jet sewaan.

Merpati adalah pemandangan yang tidak biasa di halaman belakang Celli-Bird di pinggiran kota Officer, tempat merpati asli Australia jauh lebih umum.

“Itu mengejutkan di tempat kami di Boxing Day. Saya punya air mancur di halaman belakang dan tempat itu untuk minum dan mencuci. Dia sangat kurus jadi saya menghancurkan biskuit kering dan meninggalkannya di sana untuknya,” kata Celli-Bird.

“Keesokan harinya, dia kembali ke tempat air kami, jadi saya berjalan keluar untuk melihatnya karena dia cukup lemah dan dia tampaknya tidak terlalu takut pada saya dan saya melihat dia memiliki pita biru di kakinya. Jelas dia milik seseorang, jadi saya berhasil menangkapnya,” tambahnya.

Celli-Bird, yang mengatakan bahwa dia tidak tertarik pada burung “selain nama belakang saya,” mengatakan dia tidak bisa lagi menangkap merpati dengan tangan kosong, karena kekuatan merpati itu sudah pulih.

Penerbangan Terjauh Yang Tercatat

Dia mengatakan American Racing Pigeon Union yang berbasis di Oklahoma telah mengonfirmasi bahwa Joe terdaftar sebagai milik seorang di Montgomery, Alabama.

Celli-Bird mengatakan bahwa dia telah berusaha untuk menghubungi pemiliknya, tetapi sejauh ini tidak berhasil.

Burung itu menghabiskan setiap hari di halaman belakang, kadang-kadang berdampingan dengan burung merpati asli di pergola. Celli-Bird telah memberinya makanan merpati sejak beberapa hari setelah kedatangannya.

“Saya pikir dia baru saja memutuskan, karena saya telah memberinya makanan dan dia punya tempat untuk minum, itu adalah rumahnya,” katanya.

Sekretaris Asosiasi Merpati Nasional Australia, Brad Turner, mengatakan dia juga telah mendengar kasus merpati balap China yang mencapai pantai barat Australia dengan kapal kargo, perjalanan yang jauh lebih singkat.

Turner mengatakan ada kekhawatiran nyata bahwa merpati dari Amerika Serikat dapat membawa penyakit eksotis dan dia setuju Joe harus dimusnahkan.

“Meskipun kedengarannya kasar bagi orang normal, mereka akan mendengarnya dan berkata: 'ini kejam,' dan yang lainnya, ‘saya rasa Anda akan menemukan bahwa AQIS dan orang-orang semacam itu akan memberikan dukungan sepenuh hati mereka untuk ide tersebut,” kata Turner, mengacu pada layanan karantina.

Dikatakan bahwa penerbangan jarak jauh terbesar merpati yang dicatat oleh merpati adalah yang dimulai di Arras di Prancis dan berakhir di Saigon, Vietnam, pada tahun 1931, menurut pigeonpedia.com. Jaraknya 11.600 kilometer (7.200 mil) dan memakan waktu 24 hari.

Ada beberapa contoh penerbangan jarak jauh merpati yang diketahui, tetapi apakah ini hanya dilakukan satu kali oleh merpati balap atau prestasi yang dapat dicapai oleh merpati biasa, tidak diketahui. (AP)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home