Loading...
FOTO
Penulis: Elvis Sendouw 17:42 WIB | Kamis, 26 Februari 2015

Sensus Pencalonan PAN

Sensus Pencalonan PAN
Bima Arya, Timses Hatta Rajasa, Viva Yoga Mauladi Timses Zulkifli Hasan, dan Hasan Nasbi memberikan penjelasan dalam sensus PAN. (Foto-Foto: Elvis Sendouw)
Sensus Pencalonan PAN
Bima Arya, Timses Hatta Rajasa, memberikan penjelasan dalam sensus PAN.
Sensus Pencalonan PAN
Tabel peta dukungan semntara menurut provinsi.
Sensus Pencalonan PAN
Bima Arya, Timses Hatta Rajasa, memberikan penjelasan kepada wartawan.
Sensus Pencalonan PAN
Sensus Pencalonan PAN
Sensus Pencalonan PAN
Sensus Pencalonan PAN

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Centre for Strategic and International Studies (CSIS) memberikan pemaparan pertama hasil sensus nasional Partai Amanat Nasional (PAN) tentang pemilihan calon Ketua PAN dan 'pekerjaan rumahnya', di Pakarti Center, Jalan Tanah Abang III, Jakarta, Kamis (26/2). Turut hadir sebagai pembicara yaitu, Bima Arya, Timses Hatta Rajasa, Viva Yoga Mauladi, Timses Zulkifli Hasan, dan Hasan Nasbi.

Penyelenggaraan kongres untuk memilih ketua PAN periode 2015-2019 akan berlangsung beberapa hari lagi. Sebagai partai yang lahir dari rahim reformasi, dalam perjalannya PAN menghadapi masalah yang juga dihadapi oleh partai-partai lain yaitu tingkat pelembagaan partai yang lemah.

Dari hal itu, Studi CSIS bekerjasama dengan Cyrus Network membedah lebih dalam tingkat pelembagaan infrastruktur PAN melalui sensus. Berdasarkan sensus yang diperoleh, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh PAN.

Pertama, pertumbuhan fifik infrastruktur partai seperti bangunan kantor partai dalam lima tahun terakhir relatif berjalan lambat, kepemilikan partai atas bangunan kantor hanya bertumbuh kurang lebih lima persen. Artinya, kantor PAN banyak bergantung pada sumbangan anggota, kepemilikan kantor tidak terlembaga yang berpotensi tidak sehat.

Sementara terkait dengan profil ketua-ketua PAN di daerah ditemukan juga bahwa 50 persen lebih memiliki latar belakang pengusaha yang sejatinya menimbulkan problematika tersendiri bagi proses politik dan demokrasi di daerah. Dan pada intinya, tantangan terbesar bagi PAN adalah proses pelembagaan infrastruktur partai yang berjalan masih lambat dan akan menjadi pekerjaan rumah utama bagi ketua umum terpilih yang akan datang.

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home