Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Sabar Subekti 15:27 WIB | Senin, 09 Februari 2015

Sepak Bola Mesir, 30 Meninggal dalam Bentrokan Polisi dan Pendukung

Kerusuhan antara pendukung sepak bola dan polisi di Kairo, Mesir, hari Minggu (8/2). (Foto: dari Al Arabiya)

KAIRO, SATUHARAPAN.COM – Sedikitnya 30 orang meninggal akibat bentrokan di sebuah stadion sepak bola Mesir pada hari Minggu (8/2) antara pendukung klub sepak bola dan polisi dalam pertandingan Liga Premier Mesir, kata sumber pejabat Mesir.

Situs berita Mesir, Al Ahram menyebutkan bahwa mereka meninggal karena lemas dan terinjak-injak setelah serangan gas air mata oleh polisi.

Kabinet Mesir menangguhkan kompetisi itu untuk waktu yang tidak terbatas setelah tragedi tersebut. Dalam sebuah pernyataan dikatakan bahwa pendukung Zamalek gagal mematuhi prosedur keselamatan yang diatur untuk memasuki stadion.

Polisi menggunakan tembakan gas air mata untuk mengusir penggemar yang memaksa masuk ke pertandingan dalam liga antara dua klub Kairo, Zamalek dan ENPPI, kata seorang dokter dan saksi.

Hubungan antara pasukan keamanan dan kelompok penggemar yang dikenal sebagai Ultras telah mengalami ketegangan sejak 2011, ketika terjadi pemberontakan yang mengakhiri kekuasaan otokrat Hosni Mubarak, di mana Ultras memainkan peran kunci.

"Sejumlah besar fans klub Zamalek datang ke stadion untuk menghadiri pertandingan ... namun berusaha menyerbu gerbang stadion dengan kekerasan, yang mendorong pasukan untuk mencegah mereka," kata kementerian dalam negeri.

Jaksa di Mesir telah memerintahkan penangkapan para pemimpin kelompok pendukung Zamalek yang dikenal sebagai Pejuang Putih Ultras, setelah kejadian hari Minggu itu, kata media resmi melaporkan.

Pada halaman Facebook mereka, Pejuang Putih Ultras menyebutkan 22 orang meninggal sebagai "martir" dan menuduh pasukan keamanan sebagai "pembantai." Meskipun terjadi kekerasan, pertandingan terus berjalan dan berakhir dengan hasil imbang 1-1.

Pertandingan sepak bola sering menjadi pemicu kekerasan di Mesir, dan pernah 72 fans meninggal dalam sebuah pertandingan di Port Said pada Februari 2012. Sejak itu Mesir melarang  sejumlah orang untuk menonton pertandingan, dan pendukung sering berusaha menyerbu stadion, karena mereka dilarang masuk.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home