Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 15:24 WIB | Sabtu, 28 Mei 2016

STT Widyatmika Deklrasikan Tolak Teluk Benoa

STT Widyatmika Deklrasikan Tolak Teluk Benoa
Para peserta aksi yang tergabung dalam Sekaa Teruna Teruni (STT) Widyatmika, Banjar Peninjoan, Desa Adat Batuan, Bali menggelar aksi pemasangan baliho menolak reklamasi Teluk Benoa, Jumat, (27/5). Aksi yang digelar melibatkan perwakilan dari STT Kecamatan Sukawati, Wakil PHDI Ida Mpu Siwa Budha Dhaksa Darmita, ForBali, Kelian Desa, pemuka adat, Bendesa Pakraman dan para pemuda Banjar Peninjoan. (Foto-foto: STT Widyatmika).
STT Widyatmika Deklrasikan Tolak Teluk Benoa
Para perwakilan peserta aksi penolakan reklamasi Teluk Benoa saat menggelar orasi yang digelar oleh STT Widyatmika, Banjar Peninjoan, Bali yang ditandai dengan aksi penandatanganan bersama dan pemasangan baliho.
STT Widyatmika Deklrasikan Tolak Teluk Benoa
Ratusan peserta aksi dari STT Widyatmika, Desa Adat Batuan, dan juga seluruh perwakilan massa yang menggelar aksi memasang baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa yang dinilai merusak dan merugikan bagi masyarakat Bali.

BALI, SATUHARAPAN.COM – Sekaa Teruna Teruni (STT) Widyatmika, Banjar Peninjoan, Desa Adat Batuan, menggelar aksi mendirikan baliho sebagai tanda deklarasi penolakan reklamasi Teluk Benoa, pada hari, Jumat 27/5).

Aksi deklarasi melibatkan perwakilan STT Kecamatan Sukawati, Forum Rakyat Bali (ForBali), Kelian Desa, pemuka adat, Bendesa Pakraman Batuan dan perwakilan dari Wakil Dharma Adyaksa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Ida Mpu Siwa Budha Dhaksa Darmita.

"Pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa dan segera batalkan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2014 tersebut adalah wujud aspirasi para pemuda Banjar Peninjoan untuk menolak reklamasi Teluk Benoa dan berharap dapat diikuti oleh STT lain di Desa Adat Batuan," kata Adhyaksa Putra Ketua STT Widyatmika.

Adhyaksa menambahkan penolakan ini merupakan bentuk solidaritas kepada masyarakat pesisir yang akan berdampak langsung dari rencana reklamasi Teluk Benoa, sekaligus mengharapkan STT lain di Desa Adat Batuan ikut bersikap dan menolak rencana tersebut.

Sementara itu, Wayan Gendo Suardana dari ForBali dalam orasinya menyampaikan, gerakan rakyat untuk menolak rencana reklamasi Teluk Benoa ini menunjukan siapa-siapa yang sebenarnya tulus menjaga tanah Bali. Desa mana, dan pemuda mana saja yang benar-benar peduli akan tanah Bali, karena reklamasi Teluk Benoa bukanlah urusan daerah pesisir saja, tetapi seluruh masyarakat Bali.

"Penolakan reklamasi Teluk Benoa bukanlah urusan daerah pesisir saja, tapi seluruh masyarakat Bali, karena reklamasi Teluk Benoa tidak hanya akan berdampak negatif terhadap pesisir  tapi berdampak terhadap Bali secara keseluruhan," kata Gendo dalam orasinya.

Orasi juga disampaikan Ida Mpu Siwa Budha yang menceritakan kronologis Sabha Pandita yang memutuskan bahwa Teluk Benoa adalah kawasan suci, serta meminta masyarakat ikut serta untuk menjaga tanah Bali dengan menolak pengurukan Teluk Benoa yang nantinya berdampak buruk bagi lingkungan serta sosial.

“Pengurukan Teluk Benoa harus ditolak karena selain berdampak buruk pada lingkungan, juga berdampak pada sosial budaya masyarakat Bali," kata Ida Mpu Siwa Budha.

Aksi penolakan reklamasi Teluk Benoa diakhir dengan penandatangan baliho oleh seluruh perwakilan massa aksi yang terlibat secara langsung yang digelar oleh STT Widyatmika. (PR)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home