Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 15:03 WIB | Rabu, 13 Januari 2016

Teror Bom Serang Pusat Vaksinasi Polio Pakistan

14 Tewas, 12 Orang Di Antaranya Polisi. Ulama di Pakistan Tuding Vaksinasi Poliso Sebagai Sterilisasi Pria Muslim.
Petugas keamanan Pakistan tengah menyelidiki di lokasi serangan bom di dekat pusat vaksinasi polio di Quetta, Pakistan. (Foto: dari Dawn)

ISLAMABAD, SATUHARAPAN.COM – Sebuah ledakan bom bunuh diri mengguncang pusat vaksinasi polio di Quetta, Pakistan, menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai sekitar 20 orang lainnya. Ledakan itu terjadi sebelum tim vaksinasi datang untuk memulai program imunisasi.

Para pejabat Pakistan mengatakan sedikitnya 14 orang tewas dalam serangan bom yang terjadi di luar sebuah pusat vaksinasi polio di kota Quetta, Pakistan barat daya, hari Rabu (13/1). Serangan itu kemungkinan ditujukan pada para polisi yang datang sebelum tim vaksinasi yang kan menggelar kampanye imunisasi selama tiga hari.

"Ada 15 orang yang tewas, termasuk 12 polisi, satu paramiliter dan dua warga sipil," kata seorang pejabat lokal kepada kantor berita AFP. Pejabat itu menambahkan bahwa setidaknya 10 orang terluka dalam ledakan itu, sembilan di antaranya adalah polisi dan satu warga sipil.

Kepala polisi Balochistan yang beribu kota di Quetta, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa serangan itu "adalah bom bunuh diri."

Sejauh ini belum ada kelompok menyatkan bertanggung jawab atas serangan itu. Namun kelompok militan Islam Al-Qaeda sering dikaitkan dengan serangan sebelumnya yang menargetkan pusat vaksinasi polio dan petugas kesehatannya.

  Program imuninasi polio di Pakistan (Foto: un.org)

 

Tudingan Sterilisasi

Kelompok militan ini mengklaim bahwa program vaksinasi polio digunakan untuk kegiatan spionase atau digunakan untuk mensterilkan umat Muslim.

Ulama Islam di sana mengatakan kepada pengikutnya bahwa pihak Barat bersekongkol melawan Muslim, dan mereka menggunakan zat yang ditemukan di vaksinasi polio untuk mensterilkan (memandulkan) para pria Muslim.

Para ulama juga menunjukkan kasus seorang dokter Pakistan yang dikatakan menjalankan program vaksinasi palsu dan bekerja untuk Central Intelligence Agency (CIA) dalam membantu melacak pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden.

Senator Ayesha Raza Farooq, ketua program anti-polio Pakistan, mengatakan lebih sedikit orang yang mengikuti propaganda oleh ekstrimis Islam. "Jauh lebih sedikit orang tua yang menolak vaksin, sedangkan jumlah anak yang terinfeksi sepanjang tahun ini kurang dari 40," kata kepala polio Jerman seperti dikutip DPA.

Endemik Polio

Pakistan masih merupakan negara dengan risiko polio yang besar. Sekitar 35.000 anak-anak dikatakan tanpa vaksinasi polio.

Tahun lalu Pakistan mengumumkan keadaan darurat nasional ketika rekor kasus polio mencapi 306 yang merupakan tertinggi sejak tahun 1998. Pada tahun 2015, PBB menyebutkan penyakit ini  endemik di dua negara bertetangga, Afghanistan dan Pakistan. Dan di Afrika penyakit akibat virus ini endemik di Nigeria

Serangan terhadap petugar program vaksinasi polio di Paksitan telah beberapa kali terjadi. Pada 18 Desember 2012, sedikitnya enam orang tewas ditembak di kota Peshawar, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, dan kota Karachi, Provinsi Sindh. Mereka semua adalah orang yang bekerja pada kampanye vaksinasi polio di Pakistan.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home