Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 13:35 WIB | Minggu, 23 November 2014

Tunisia Gelar Pemilu Presiden Pertama

Seorang perempuan Bahrain melakukan unjuk rasa anti-pemerintah, di Diraz, Bahrain, sebelah barat ibu kota Manama pada 21 April 2012, menentang penyelenggaraan Grand Prix F1. (Foto: UPI/Khaled Jawhar)

TUNIS, SATUHARAPAN.COM - Rakyat Tunisia pada Minggu (23/11) memberikan suaranya dalam pemilu presiden pertama sejak revolusi pada 2011 yang memicu Arab Spring, sebuah pemilu yang diatur untuk melengkapi transisi menuju demokrasi.

Sebelumnya hari Sabtu (22/11) Bahrain juga mengadakan pemilu untuk pertama kalinya sejak Arab Spring di tengah boikot oleh kelompok-kelompok oposisi Syiah di negara itu.

Di Tunisia di antara 27 kandidat, calon yang paling diunggulkan adalah mantan perdana menteri Beji Caid Essebsi, veteran berusia 87 tahun yang partai anti-Islamisnya Nidaa Tounes memenangkan pemilu parlemen pada bulan lalu. 

Calon lainnya yang bersaing memperebutkan jabatan presiden termasuk Presiden Moncef Marzouki yang masa jabatannya akan berakhir, beberapa menteri yang pernah menjabat dalam pemerintahan era mantan diktator Zine El Abidine Ben Ali, tokoh sayap kiri Hamma Hammami, pengusaha Slim Riahi dan tokoh wanita satu-satunya, hakim Kalthoum Kannou.

Sekitar 5,3 juta warga yang memenuhi syarat akan memberikan suaranya, dengan puluhan ribu polisi dan tentara dikerahkan untuk menjamin keamanan di tengah kekhawatiran militan radikal kemungkinan akan mengacaukan pemilu tersebut.

Di sebagian besar wilayah negara itu, tempat pemungutan suara dibuka pada pukul 08:00 pagi (waktu setempat) dan ditutup 10 jam kemudian. Namun, pemilu akan dibatasi hanya selama lima jam di sekitar 50 lokasi yang berbatasan dengan perbatasan Aljazair, di mana kelompok bersenjata aktif beroperasi.

Pemilu putaran kedua akan digelar pada akhir Desember jika tidak ada pihak yang meraih suara mayoritas mutlak. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home