Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 10:01 WIB | Selasa, 30 Agustus 2016

Umat Kristiani Diharap Doakan Lingkungan

Sekretaris Umum WCC, Olav Fykse Tveit (kiri) saat bertemu dengan Paus Fransiskus (kanan) di Vatikan pada 2014. (Foto: oikoumene.org)

SATUHARAPAN.COM – Sekretaris Umum World Council of Churches (WCC) atau Dewan Gereja Dunia, Olav Fykse Tveit menekankan umat Kristiani (Kristen dan Katolik) dalam memperingati “World Day of Prayer for the Care of Creation” (Peringatan Hari Doa dan Perawatan Ciptaan Tuhan) agar mendoakan kondisi lingkungan di berbagai tempat di bumi agar tetap terjaga.

Menurut oikoumene.org, hari Senin (29/8),  Tveit pokok-pokok doa yang berkaitan dengan lingkungan yakni meminta pemimpin setiap negara di dunia untuk melaksanakan hasil pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (COP 21/ Conference of the Parties 21) Lingkungan yang berlangsung di Paris pada Desember 2015. 

COP adalah negara-negara yang menandatangani kesepakatan Kerangka Kerja tentang Perubahan Iklim yang dikeluarkan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 1992.

 “Mari kita meminta pemerintah meratifikasi perjanjian Paris, kita memohon pertumbuhan kualitas hidup manusia yang lebih baik yakni dengan mengukur kesehatan masyarakat dan keseimbangan ekosistem,” kata dia.

Tveit menekankan selain pemerintah, pemuka agama di setiap negara harus dapat mensosialisasikan tentang energi alternatif berkelanjutan untuk mengganti bahan bakar fosil.

Beberapa bulan lalu Presiden Prancis, François Hollande, seperti dikutip AFP, menyelesaikan ratifikasi perjanjian iklim Paris yang disepakati pada Desember 2015,

Pada pertemuan COP21 di Paris Desember lalu, 195 negara mencapai kesepakatan bersejarah menetapkan target membatasi pemanasan global di bawah dari dua derajat Celsius dibandingkan dengan tingkat sebelum era industri.

Dalam kesepakatan tersebut menyerukan negara-negara kaya mengumpulkan setidaknya 100 milyar dolar AS setahun untuk bantuan mengatasi masalah iklim hingga tahun 2020.

“World Day of Prayer for the Care of Creation” adalah periode yang dilaksanakan setiap tahun dengan tema yang berbeda.

Gereja Ortodoks merupakan pihak yang pertama kali mencetuskan gerakan ini sejak 1989, namun sejak 2015 Paus Fransiskus menyerukan umat Katolik ikut dalam gerakan ini.

Tahun ini “World Day of Prayer for the Care of Creation” dimulai 1 September sampai 4 Oktober, setiap hari umat diajak mendoakan keutuhan ciptaan Tuhan di dunia, sekaligus menggumuli isu ekologis yang diperbincangkan masyarakat.

Dalam memperingati “World Day of Prayer for the Care of Creation” selain doa secara individual, umat Kristiani diajak mensosialisasikan gerakan ini lewat media sosial yakni dengan menciptakan tanda pagar (tagar) di Facebook maupun twitter yakni #seasonsofcreation (Musim Penciptaan).

Menurut Paus Fransiskus “World Day of Prayer for the Care of Creation” merupakan kesempatan berharga bagi setiap individu untuk  memperbaharui partisipasi pribadi dalam menjaga ciptaan Tuhan.

Menurut Paus Fransiskus, Tuhan memberi alam semesta sebagai ciptaan yang dipercayaakan pengelolaannya kepada manusia.

“Di sisi lain, manusia diajak memohon ampun atas dosa-dosa yang dilakukan yang tidak memiliki hikmat dalam mengelola lingkungan tempat tinggal kita,” kata Paus Fransiskus.

Organisasi keagamaan yang mendukung kegiatan ini antara lain: World Council of Churches (Dewan Gereja Dunia), Anglican Communion Environmental Network (Jaringan Kerja Pengamat Lingkungan Gereja Anglikan), Pope’s Worldwide Prayer Network (Dukungan  Jaringan Doa dari Paus untuk Seluruh Dunia), Global Catholic Climate Movement (Organisasi Katolik Pemerhati Lingkungan), ACT Alliance (organisasi non pemerintah yang terdiri lebih dari 140 gereja dan bertujuan pengentasan kesenjangan sosial).  

“Sebagai umat Kristiani, kita memiliki harapan  Tuhan tidak meninggalkan penciptaan dan  kita sendiri dapat menjadi pionir perubahan kondisi lingkungan yang lebih baik, di sisi lain umat Kristiani diharap menabur benih positif bagi masa depan lingkungan yang berbeda,” kata  Tveit. (oikoumene.org/seasonsofcreation.org)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home