Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Kartika Virgianti 15:11 WIB | Rabu, 11 Desember 2013

Waduk Melati Tanah Abang Kembali Dikeruk setelah 5 Tahun Terbengkalai

Waduk Melati. (Foto: jakarta.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Perencanaan normalisasi Waduk Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sudah diwacanakan sejak lima tahun lalu. Pada Senin (11/12) pengerjaannya dimulai kembali dengan pengerukan dan pemasangan sheetpile. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), hadir pada kesempatan tersebut untuk meresmikan pemancangan batu pertama (groundbreaking) dimulainya kegiatan normalisasi tersebut.

Jokowi tiba sekitar pukul 08.30 WIB, tidak lama setelah itu sirine dibunyikan tanda diresmikannya kegiatan normalisasi Waduk Melati.

“Saya putuskan segera dimulai karena saya tidak mau mundur lagi," Jokowi menegaskan, sambil menambahkan tidak ada masalah dalam pendanaan dalam program kegiatan itu.

Normalisasi Waduk Melati merupakan Paket 1 dari ketujuh paket yang dikerjakan Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI), yang ditargetkan rampung dalam dua tahun.

Sebelumnya JEDI merencanakan pelaksanaan normalisasi waduk, sungai, dan kali, dalam lima tahun. Namun, Jokowi berpendapat waktu lima tahun terlalu lama untuk pengerjaan saluran air yang tidak terlalu besar itu. Ia menginginkan pengerukan waduk seluas 4,9 hektare itu bisa rampung dalam waktu dua tahun.

“Inginnya setahun, tetapi tidak bisa. Ya, sudah, dua tahun. Ini sudah sepakat dikerjain dua tahun. Saya hanya ingin proses ini tidak mundur lagi. Ini perencanan sudah lima tahun yang lalu dan tinggal eksekusi. Seharusnya 2009 sudah dimulai, tetapi mundur-mundur terus,” ia menjelaskan.

Jokowi menambahkan, anggaran pengerjaan JEDI Paket 1 sebesar 284 miliar rupiah, dari total 7 paket sebesar 1,2 triliun. Anggaran tersebut bukan dari APBD DKI. Program JEDI merupakan kerja sama antara Pemerintah Pusat dan World Bank, dengan Pemprov DKI selaku pelaksananya.

Sebagai informasi, JEDI merupakan program mengurangi dampak banjir di Jakarta melalui pengerukan sungai, waduk, dan situ, serta memberikan pelatihan untuk mengoperasikan dan memelihara sistem pengendalian banjir sesuai standar internasional. 

Terkait dengan relokasi warga Waduk Melati, Jokowi memastikan dalam dua tahun  relokasi warga sudah menjadi bagian pengerjaan normalisasi tersebut.

“Tidak ada masalah. Relokasi itu mengikuti cara relokasi seperti yang sudah kita lakukan, baik di Pluit, Ria Rio, itu saja.” tuturnya.  

 

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home