Loading...
INDONESIA
Penulis: Ignatius Dwiana 21:06 WIB | Sabtu, 05 Juli 2014

Wamen Industri: Mimpi Poros Maritim Dunia Bisa Dibumikan

Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun. (Foto: Ignatius Dwiana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun menyebutkan mimpi Jokowi tentang Indonesia sebagai ‘Poros Maritim Dunia’ bisa dibumikan.

“Pemikiran Jokowi tentang Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia benar,” katanya dalam diskusi ‘Membedah Gagasan Jokowi –JK tentang Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia’ di Jakarta pada Jumat (4/7).

“Mengapa tahun 1989 para pemimpin dunia duduk dan bicara tentang forum ekonomi APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation)? Itu artinya apa? Artinya Asia Pasifik akan menjadi masa depan dunia, bukan lagi Atlantik, bukan lagi Mediterania. Saya menilai Jokowi punya mimpi terkait hal ini. Maka kalau dibilang apa justifikasinya? Ini salah satunya. Pemikiran beliau ini menjadi antisipatif terhadap tren ke depan.”

Laki-laki kelahiran Maluku Tenggara ini menuturkan Indonesia secara fisik merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan menjadi pejuang hak-hak negara kepulauan. Luas laut Indonesia tiga kali dibandingkan darat.

“Maka kalau Indonesia sebagai negara agraris itu omong kosong. Itu tidak benar. Kondisi fisik negara seperti itu masih dibilang agraris. Bahwa prestasi di darat lebih besar dari laut itu benar. Indonesia dulu penghasil minyak sawit nomor satu dunia, karet nomor dua dunia, kakao nomor dunia dunia. Laut punya apa? Yang saya tahu Indonesia itu rumput laut nomor satu dunia tetapi dari hal pedagang bahan bakunya, 50 persen kebutuhan dunia untuk rumput laut berasal dari Indonesia. Saingan kita Filipina. Tetapi ada tidak di Indonesia industri rumput laut yang berstandar?”

Mantan Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) pada Departemen Kelautan dan Perikanan 2005–2009 ini mengatakan bahwa sebagai negara kepulauan maka Indonesia bisa juga disebut negara kelautan atau maritim. Tetapi Indonesia masih jauh dalam memenuhi kriteria ini.

“Ukuran negara maritim itu apakah Indonesia sudah optimal memanfaatkan laut. Apakah sudah mampu mengawasi lautnya? Mampu mengendalikan lautnya? Bagaimana menjadi negara maritim sementara Indonesia mengimpor ikan? Memalukan banget. Indonesia mengimpor garam di saat lahan-lahan garam memenuhi swasembada. Angkatan laut menangkap nelayan Thailand yang masuk laut Indonesia, ini artinya Thailand betul-betul membedah jantung Indonesia. Kita tidak bisa menjadi negara maritim kalau tidak mampu mengamankan laut kita. Kita kena ombak sedikit saja sudah tersebar berita bahwa nelayan kita tidak bisa melaut. Di Jepang dan negara besar lainnya alasan itu tidak bisa diterima karena teknologi keluatannya sudah mampu melawan itu semua. Kalau pertanyaan ini menjadi ukuran maka Indonesia belum bisa menjadi negara maritim.”

“Maka Jokowi harus menjawab kriteria Indonesia untuk menjadi negara maritim,” kata alumni Ilmu Kelautan ini.

Editor : Bayu Probo


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home