Loading...
INDONESIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 23:50 WIB | Minggu, 15 November 2015

Wapres: RI Berpeluang Kecil Diserang Teroris ISIS

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah depan), Wali Nanggroe Malik Mahmud (kanan depan) dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah (kiri depan) serta para peserta seminar internasional 10 tahun nota kesepahaman perjanjian damai pemerintah Indonesia dengan Gerakkan Aceh Merdeka (MoU Helsinki) di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (14/11). Konferensi yang diselenggarakan dalam rangka peringatan 10 tahun MoU Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 dihadiri beberapa duta besar. (Foto: Antara)

BANDA ACEH, SATUHARAPAN.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan negara Indonesia memiliki peluang kecil untuk diserang oleh kelompok teroris ISIS.

Hal itu dikatakan Wapres Kalla di Aceh, hari Minggu (15/11), untuk menanggapi serangan terorisme yang dilakukan kelompok bersenjata ISIS di sejumlah lokasi di Paris, Prancis, hari Jumat (13/11). 

"Serangan di Paris ini efek ISIS, yang arahnya lebih ke Utara, dan juga akibat keterlibatan negara-negara Barat menyerang ISIS itu. Jadi lebih banyak ISIS itu membalas dan Indonesia kan tidak ikut terlibat di situ," kata Wapres.

Namun demikian, kemungkinan serangan itu melanda Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa terjadi kapan saja.

"Walaupun ada kemungkinan, risiko itu tidak sebesar risiko di negara-negara Barat itu. Serangan teroris seperti di Paris itu bisa terjadi di mana pun negara di dunia ini. Oleh karena itu kita harus tingkatkan kewaspadaan," jelasnya.

Pengalaman Indonesia, yang pernah diteror aksi bom di Bali pada 2002, dapat dijadikan pembelajaran untuk menjaga negara lebih ketat lagi dari masuknya orang asing.

"Kita kan sudah pernah terjadi (serangan teroris) di Bali 13 tahun lalu dan kita bisa mengatasinya," tambahnya.

Oleh karena itu, Wapres meminta jajaran Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI untuk meningkatkan kewaspadaan terkait adanya ancaman terorisme yang masuk ke Indonesia pascaserangan di Paris.

"Kita minta Panglima (Jenderal Gatot Nurmantyo) TNI untuk lebih waspada dan teliti, dan tetap menjaga objek-objek atau tempat-tempat strategis seperti bandara dan tempat ramai," katanya. 

Penjagaan ketat di obyek vital dan perbatasan juga harus dilakukan untuk meminimalisasi masuknya orang asing yang bertujuan melakukan aksi terorisme di NKRI. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home