Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 12:02 WIB | Rabu, 24 Februari 2021

WFP: Program Bantuan Pangan di Korea Utara Mungkin Akan Dihentikan

WFP: Program Bantuan Pangan di Korea Utara Mungkin Akan Dihentikan
Kantor Pusat WFP di Roma, Italia. (Foto: dok. Reuters)
WFP: Program Bantuan Pangan di Korea Utara Mungkin Akan Dihentikan

ROMA, SATUHARAPAN.COM-Pembatasan ketat virus corona yang diberlakukan oleh Korea Utara dapat memaksa Program Pangan Dunia (WFP) untuk menghentikan operasi di negara itu, di mana malnutrisi kronis merajalela, menurut sebuah laporan di situs web organisasi PBB itu, hari Selasa (23/2).

Korea Utara, negara miskin yang berada di bawah sanksi internasional atas program senjata nuklir dan rudal balistiknya, telah lama berjuang untuk memberi makan rakyatnya sendiri yang menderita kekurangan pangan kronis.

WFP sejauh ini merupakan operasi bantuan internasional terbesar di negara tersebut dan menyediakan makanan khusus untuk sekitar satu juta perempuan hamil, ibu menyusui dan anak-anak, setiap bulan, menurut situs webnya.

Sanksi telah lama mempersulit upaya bantuan, tetapi WFP mengatakan isolasi akibat virus corona yang diberlakukan sendiri oleh Korut menimbulkan masalah baru untuk pekerjaan bantuan.

Korea Utara menutup perbatasannya pada Januari tahun lalu, negara pertama di dunia yang melakukannya untuk melindungi diri dari virus yang pertama kali menyebar dari negara tetangganya, China.

"Impor makanan, penempatan staf internasional dan akses pemantauan fisik tetap dibatasi untuk waktu yang lama," kata WFP dalam sebuah laporan yang menguraikan rencananya. "WFP secara oportunistik akan menggunakan “jendela” di mana impor makanan diizinkan untuk mengisi kembali dan mengoptimalkan stok dalam negeri," tambahnya.

Ada risiko lain yang signifikan bahwa, jika impor makanan tidak memungkinkan, operasi akan dihentikan pada tahun 2021. 
Suasana di stasiun kereta di Hamhung, Korea Utara. (Foto: Insider).

 

Tidak Ada Kasus

Pyongyang telah lama menegaskan belum menemukan kasus COVID-19, meskipun pandemi ini telah menewaskan lebih dari dua juta orang di seluruh dunia. Pemimpinnya, Kim Jong Un, mengulangi klaim tersebut pada parade militer besar-besaran pada bulan Oktober.

Para ahli mengatakan hal itu tidak mungkin, mengingat virus pertama kali muncul di negara tetangga China, penyedia utama perdagangan dan bantuan bagi negara itu. Lebih dari 40 persen dari 25 juta penduduk Korea Utara dianggap tidak aman pangan, menurut perkiraan PBB. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home