Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 19:21 WIB | Senin, 03 Oktober 2016

Yoshinori Ohsumi Menangi Nobel Kedokteran 2016

Ilustrasi (deutche welle)

STOCKHOLM, SATUHARAPAN.COM -  Panitia Nobel di Karolinska Instutet mengumumkan pemenang Nobel untuk bidang kedokteran tahun 2016 adalah Yoshinori Ohsumi, seorang ilmuwan Jepang kelahiran tahun 1945.

Ohsumi dianugerahi hadiah Nobel Kedokteran untuk temuannya tentang relasi antara Autophagie alias penghancuran diri sendiri dengan daur ulang (recycling) pada sel.

Yoshinori Ohsumi (Foto: Ist) Menurut siaran pers Panita Nobel, Mekanisme Autophagie dimana sel-sel melakukan penghancuran diri sendiri pertama kali diamati tahun 1960-an. Sebagian substansi dari sel ini kemudian didaur ulang oleh apa yang disebut Lysosome.

Perubahan genetis yang terjadi pada saat proses Autophagie dapat memicu munculnya penyakit dan memainkan peranan penting pada kasus penyakit kanker atau saraf.

Menurut Panitia Nobel dalam siaran persnya, penemuan Ohsumi membawa paradigma baru dalam pemahaman tentang bagaimana sel mendaur ulang isinya. Penemuan ini membuka jalan untuk memahami pentingnya Autophagie dalam banyak proses fisiologis, seperti adaptasi terhadap kelaparan atau respon terhadap infeksi. Mutasi pada gen Autophagie dapat menyebabkan penyakit, dan proses Autophagie terlibat dalam beberapa kondisi termasuk kanker dan penyakit saraf.

Menurut dw.com, Yoshinori Ohsumi berhasil menemukan mekanisme penghancuran diri sendiri oleh sel ini dengan menelitinya pada ragi sejak tahun 1990-an. Mekanisme dalam sel menjadi mekanisme dasar bagi seluruh tubuh.

Karolinske Intitut menegaskan, Autophagie merupakan proses penting bagi daur ulang terstruktur bagian-bagian sel yang rusak. Jika proses ini terganggu, dampaknya adalah kasus penuaan atau bahkan kerusakan sel yang bisa memicu penyakit.

Ohsumi lahir di Fukuoka, Jepang Ia meraih gelar Ph.D dari University of Tokyo pada 1974. Setelah bekerja tiga tahun pada Rockefeller University, New York, USA, ia kembali ke University of Tokyo dan mendirikan sebuah kelompok penelitian di sana pada in 1988. Sejak 2009 ia menjadi  profesor di Tokyo Institute of Technology.

Ohsumi dalam wawancara dengan stasiun televisi NHK mengatakan: "tubuh manusia terus menerus mengulang proses auto-dekomposisi atau bisa disebut kanibalisme komponen sel. Tapi ada keseimbangan antara kanibalisme dan formasi baru. Inilah mekanisme dasar dalam kehidupan."

Editor : Eben E. Siadari


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home