Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Saut Martua Amperamen 19:01 WIB | Selasa, 11 Juli 2017

200 Pengungsi Iran Dibaptis di Gereja Inggris

Pendeta Mark Miller yang banyak membantu pengungsi Iran untuk mendapatkan suaka (Foto: Daily Mail)

LONDON, SATUHARAPAN.COM - The Church of England (CofE), salah satu gereja terbesar di Inggris, telah membaptis ratusan pengungsi dalam beberapa tahun terakhir. Para pengungsi itu umumnya adalah pencari suaka dan berharap dengan keyakinan barunya, mereka akan lebih mudah mendapat hak untuk tinggal di Inggris.

Hal ini diungkapkan oleh seorang uskup senior CofE, dalam sebuah dokumen  pada sinode gereja itu akhir pekan lalu.

Disebutkan, di salah satu gereja saja di lingkungan CofE, telah dibaptis tidak kurang dari 200 orang Iran. Banyak dari orang-orang yang baru bertobat itu dianggap telah menggunakan kepercayaan mereka sebagai bagian dari upaya memperoleh suaka dari Departemen Dalam Negeri dan sebagai bagian pendukung di sidang di pengadilan imigrasi.

Papan penunjuk layanan bagi pengungsi di sebuah gereja di Middlesbrough (Foto: Daily Mail)

Dalam sinode CofE  akhir pekan lalu di York, keterlibatan gereja dalam membantu pencari suaka untuk mendapatkan hak tinggal menjadi bahan perdebatan. Menurut Uskup Robinson dalam sebuah makalah yang disiapkan untuk sonde, langkah CofE dalam memberikan bantuan suaka tidak memuaskan beberapa anggota kongregasi yang ada.

Dikatakan, kehadiran pencari suaka adalah "sukacita besar" tapi pada saat yang sama, "membawa tantangan, terutama dalam hal dukungan praktis dan spiritual yang kompleks bagi mereka yang mencari suaka di Inggris, dan menyeimbangkan kebutuhan orang-orang percaya baru dengan anggota kongregasi yang lama."

Peran CofE dalam membawa pencari suaka ke dalam gereja telah dikembangkan sebagai bagian dari salah satu program gereja itu yang dinamai The Presence and Engagement Programme (PEP). Program tersebut dirancang untuk membantu pendeta di paroki di mana penduduk non-Kristennya cukup signifikan.

Harus diakui, kehadiran orang-orang Kristen 'baru' itu membawa banyak perubahan. Paling tidak hal itu terjadi di sebuah gereja paroki di Stockton-on-Tees dekat Middlesbrough. Daerah ini merupakan tempat penampungan  imigran yang  sedang mengajukan permohonan mendapat suaka.

Gereja ini dengan sengaja menyediakan bantuan bagi para pencari suaka. Bantuan itu dipromosikan di pintu gereja, disamping diumumkan lewat poster di dalam gereja. 

Dalam lima tahun terakhir 200 pengungsi telah dibaptis di gereja ini. Kesemuanya adalah orang Iran, kelompok bangsa terbesar yang memasuki Inggris untuk mendapat status pengungsi.

Gereja paroki Stockton di Stockton-on-Tees. Di sini 200 pengungsi Iran telah dibaptis dalam lima tahun terakhir (Foto: Daily Mail)

Kehadiran orang-orang Iran ini membuat suasana gereja berubah dan semakin hidup. Delapan tahun lalu, peserta ibadah paling banyak 20 orang. Sekarang melonjak menjadi 240 orang, setengahnya adalah orang Iran. Pengumuman-pengumuman gereja tersebut lewat Facebook kini dilengkapi dengan bahasa Persia. Mereka juga menyelenggarakan beberapa acara dengan menggunakan bahasa tersebut.

Salah seorang diantara orang Iran yang datang ke Inggris lima tahun lalu dan mendapat bantuan gereja itu, mengatakan ia sangat terbantu oleh pusat layanan pengungsi yang disediakan oleh gereja tersebut. "Pusat layanan pengungsi membantu dengan menyediakan formulir. Jika Anda menghadapi masalah, misalnya harus pergi ke sidang di pengadilan, pergi saja kepada pendeta dan ceritakan masalah Anda. Dia akan membantu," kata dia, dikutip dari Daily Mail.

Pendeta gereja itu, Mark Miller, diketahui telah membantu para pengungsi dalam mendapatkan status mereka. Salah satu kasus adalah bantuan yang diberikannya kepada perempuan Iran bernama H.

Dalam kesaksiannya di pengadilan, pendeta tersebut menulis, "menurut pengamatan saya atas H, ia sungguh-sungguh percaya pada Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Ia berpartisipasi pada ibadah Minggu bukan hanya pasif tetapi aktif."

Selain di di Middlesbrough, di gereja-gereja lain juga dilaporkan banyak pengungsi yang memohon untuk dibaptis. Sejumlah besar pencari suaka  dilaporkan telah dibaptis di kota-kota termasuk Stoke-on-Trent, Nottingham dan Manchester. 

Kekristenan di Iran mendapat tekanan dan kemudian terpaksa bergerak secara 'bawah tanah' setelah revolusi 1979 yang membawa ulama radikal ke tampuk kekuasaan. Perkiraan independen mengatakan kemungkinan ada 40.000 orang yang menghadiri gereja klandestin di negara tersebut.

Penginjil Barat mengatakan kediktatoran ulama di Iran telah mendorong banyak orang mengikuti agama Kristen, dan perkiraan tertinggi mengklaim setengah juta orang Kristen berada di negara ini. Hampir 4.000 pencari suaka Iran datang ke Inggris hingga Maret tahun ini. 

Sebuah buku panduan untuk sinode CofE mengatakan bahwa orang-orang Kristen Iran yang tiba di Inggris mungkin belum pernah dibaptis sebelumnya karena acara baptisan terlalu berbahaya untuk dilaksanakan di Iran. "Beberapa dari mereka yang dilaporkan sebagai orang yang baru menjalani baptisan sebenarnya telah menjadi orang Kristen selama bertahun-tahun di Iran namun belum dapat mengakui ini secara terbuka," demikian salah satu catatan dalam buku panduan tersebut.

Dan, bila ini masalahnya, menurut panduan itu, pembaptisan di gereja Inggris sudah sesuai dengan yang sepatutnya.
Dokumen tersebut menambahkan: "Ada alasan rumit mengapa orang mungkin tidak lagi berlanjut menghadiri ibadah gereja setelah pembaptisan mereka - ini belum tentu merupakan pertanda bahwa kesaksian mereka tidak autentik."

Dalam program yang disiapkan oleh CofE untuk membantu pengungsi, para pendeta telah mendapat panduan agar mereka memberi dukungan kepada pencari suaka. Pendeta diberitahu bahwa mereka harus membuat catatan kehadiran orang-orang yang sudah dibaptis itu di gereja dan jika ada  sidang pengadilan, para pendeta dapat hadir untuk memberikan bukti bahwa pertobatan mereka asli.

Para anggota jemaat yang menjadi pendukung juga disarankan untuk datang ke pengadilan - namun mereka diberi peringatan bahwa 'hakim cenderung bereaksi negatif jika ada demonstrasi terorganisir'. Bila permohonan suaka seseorang ditolak, menurut buku panduan itu, pertobatan menjadi Kristen masih memungkinkan untuk mengajukan permohonan baru.

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home