Loading...
BUDAYA
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 15:09 WIB | Kamis, 13 Februari 2014

47 Gitaris Indonesia Galang Dana untuk Korban Bencana

47 Gitaris Indonesia Galang Dana untuk Korban Bencana
Dew Budjana memperkenalkan seluruh gitaris yang hadir dalam acara konser amal di BBJ. (Foto: Diah A.R)
47 Gitaris Indonesia Galang Dana untuk Korban Bencana
Kelompok kedua: Denny Chasmala, Kin Aulia The Fly, QoQo She, Taraz Bistara The Rock/Triad, Eross Chandra, dan Didit Saad dengan Riri sebagai vokal.
47 Gitaris Indonesia Galang Dana untuk Korban Bencana
Iwan Hasan (kanan), Jessica (tengah), Derryl (kiri).
47 Gitaris Indonesia Galang Dana untuk Korban Bencana
Endah n Rhesa berhasil memukau penonton dengan adegan intim-nya.
47 Gitaris Indonesia Galang Dana untuk Korban Bencana
Jubing Kristianto.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Para gitaris Indonesia dan Bentara Budaya Jakarta (BBJ) mengadakan konser amal yang bertajuk: Dari Gitaris Untuk Indonesia pada Rabu (12/2) malam. Konser ini bertujuan untuk menggalang dana bagi korban bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Konser yang digagas oleh Dewa Budjana ini mampu mengumpulkan 47 gitaris dari berbagai usia dan genre musik. Acara yang dipandu oleh Alvin Adam dan Ratna Dumila ini dimulai pada pukul 19.30 dan mampu membuat para penonton tersihir dengan kepiawaian para gitaris saat memetik gitar dan bermain dalam harmoni.

Sebelum memulai acara, Alvin dan Ratna memanggil seluruh gitaris dan Dewa Budjana selaku penggagas acara untuk naik ke atas panggung dan memperkenalkan diri kepada penikmat musik yang hadir di BBJ yang berada di kawasan Palmerah.

47 Gitaris Dibagi dalam 13 Kelompok

Dari ke-47 gitaris ini dibagi ke dalam 13 kelompok. Kelompok yang pertama adalah Diat “Yovie n Nuno”, Arif “Kerispatih”, Rama “D’Masiv”, Irvan Aulia “Samsons”, Marshal “ADA Band” dan Arden “Tiket”. Mereka tampil sebagai pembuka dan membawakan lagu “Pelangi” dai Koes Plus.

Kelompok yang kedua adalah Denny Chasmala, Kin Aulia “The Fly”, QoQo “She”, Taraz Bistara “The Rock/Triad”, Eross Chandra, dan Didit Saad dengan Riri sebagai vokal. Mereka membawakan lagu bergenre reggae dengan lagu One Love milik Bob Marley. Banyak penonton tidak malu menggerakkan badan mereka dan bernyanyi bersama sesuai dengan alunan lagu.

Tak kalah dengan dua kelompok pembuka, kelompok ketiga dibawakan oleh Iwan Hasan, Jessica dan Derryl. Mereka menyanyikan Indonesia Pusaka dan berhasil memukau penonton dengan permainan harpa gitarnya yang unik.

Penampilan keempat adalah Jopie Item, Yai Item dan Gideon Tengker. Lalu di penampilan kelima Burgerkill menghentakkan BBJ dengan alunan musik hard rock mereka.

Endah n’ Rhesa pun tak kalah memukau di penampilan keenam. Pasangan suami istri ini berhasil ‘intim’ di hadapan penonton dengan permainan gitarnya dengan cara Rhesa memeluk istrinya dari belakang dan memainkan gitar istrinya sambil melakukan gerakan setengah lingkaran. Menurut pantauan satuharapan.com, penonton yang melihat aksi suami istri tersebut sangat terhibur, ditandai dengan gelak tawa dan tepukan tangan yang sangat meriah.

Jubing Kristianto ikut memanaskan suasana dengan permainan gitar solonya. Dia membawakan lagu Gethuk dan Love of My Life. Di akhir penampilannya teriakan para penonton yang meminta lagi dia untuk tampil pun tak terhelakkan. Lagu Madu dan Racun pun menjadi permainan tambahan Jubing Kristianto dalam menggalang donasi yang lebih banyak lagi dari penonton.

Di penampilan kedelapan, John Paul Ivan, Edo Widiz, Beng Beng “Pas”, Piyu, DD Crow dan Edwin “Cokelat” bersama dengan Oppie Andaresta di vokal membawakan lagu dari Led Zeppelin berjudul Whole Lotta Love.

Alunan musik blues pun mewarnai malam itu pada penampilan kesembilan dengan kolaborasi antara Ginda Bestari, Gugun “GBS” dan Adrian Adioetome.

Malam semakin larut dan semakin menghentak dengan alunan musik rock yang dibawakan oleh Eet Sjahranie, Irvan Borneo, Stephen Santoso, Pay, Baron, Ovy “/rif”, Onci “Ungu” dan Buluk “Superglad” yang membawakan lagu Motley Crue berjudul Home Sweet Home.

Agam Hamzah, Donny Suhendra, Dewa Budjana dan Tohpati disatukan dalam paduan yang serasi dengan membawakan Cublak-cublak Suweng yang membuat penonton terkesima dengan permainan para ‘dewa’ gitar tersebut.

Generasi senior pun ikut menghadirkan suasana yang berbeda dikala Ireng Maulana, Mus Mujiono dan Reno Castelo berkolaborasi dengan membawakan musik bergenre jazz.

Lalu penampilan pamungkas dari acara ini adalah Toto Tewel dan Ian Antono yang membawakan lagu “Kepada Perang” milik Tommy Marie dan di akhir acara semua musisi menyanyikan lagu Rumah Kita yang mereka persembahkan untuk semua korban bencana alam.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home