Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 22:46 WIB | Jumat, 07 Agustus 2015

Atlet Kursi Roda DKI Waspadai Jawa Tengah

Atlet Kursi Roda DKI Waspadai Jawa Tengah
Baharuddin (topi abu-abu) dan Maria Goretti Samiati (kaus oranye) berlatih di Stadion Atletik Gelora Rawamangun, Jakarta, Jumat (7/8). (Foto-foto: Prasasta Widiadi).
Atlet Kursi Roda DKI Waspadai Jawa Tengah
Baharuddin menunjukkan keahlian standing dengan kursi roda yang dia pergunakan saat di Peparnas 2012.
Atlet Kursi Roda DKI Waspadai Jawa Tengah
Baharuddin (topi abu-abu) dan Maria Goretti Samiati (kaus oranye) berlatih di Stadion Atletik Gelora Rawamangun, Jakarta, Jumat (7/8).
Atlet Kursi Roda DKI Waspadai Jawa Tengah
Tabel perolehan akhir medali Peparnas 2012 yang terpampang di kantor National Paralympic Committee DKI Jakarta.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Atlet disabilitas cabang olah raga atletik nomor kursi roda Provinsi DKI Jakarta, Baharuddin mewaspadai Provinsi Jawa Tengah pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) yang akan digelar 2016 mendatang di Jawa Barat.

“Yang terkuat Jawa Tengah, kalau Jawa Barat masih seimbang. Soalnya kalau Jawa Tengah peralatannya bagus,” kata Baharuddin pada satuharapan.com, Jumat (7/8) sore di Stadion Atletik Gelora Rawamangun, Jakarta.

Baharuddin menjelaskan saat dia berlaga di Perpanas 2012 di Pekanbaru, Riau dia dikalahkan Jawa Tengah, sehingga gagal mendapat medali emas.

“Provinsi Jawa Tengah itu kursi rodanya bagus yang mahal harganya. Kalau saya waktu di Riau itu pakai yang harganya lima juta,” kata dia.

Baharuddin menjelaskan bahwa jenis kursi roda yang mahal itu produk impor asal Amerika Serikat, sementara dia menggunakan kursi roda atletik yang telah dimodifikasi. Kala itu dia dikalahkan atlet kursi roda Jawa Tengah, karena bagian mur kursi roda Baharuddin terlepas sehingga dia terjungkal.  

Baharuddin menjelaskan saat di Peparnas 2012 dia mempersembahkan tiga medali perunggu pada atletik kursi roda nomor 100 meter, 200 meter, dan 1500 meter, selain itu dia juga membawa pulang satu medali perak dari nomor 400 meter. “Nanti mudah-mudahan di 2016, saya harus mantapkan di 100 dan 400 meter aja dulu, jadi bisa dapat emas, terus  2017 bisa ikut di ASEAN Paragames,” kata dia.

Menurut Ketua NPC Provinsi DKI Jakarta, Welly Ferdinandus. Pada Peparnas 2012, kontingen DKI Jakarta berada di  peringkat ketujuh dengan perolehan total 58 medali yang terdiri dari 23 medali emas, 9 perak, dan 26 perunggu. Saat itu, Provinsi Jawa Tengah menyabet juara umum dengan total 186 medali yang terdiri dari 89 medali emas, 55 perak, dan 42 perunggu, diikuti Provinsi Jawa Barat, dan tuan rumah Riau di urutan ketiga.

Maria Goretti Samiati

Baharuddin, saat ditemui sedang berlatih bersama Maria Goretti Samiati atau yang biasa disapa Ami. “Saya kalau bisa menyumbang medali emas,” kata Ami.

Ami juga atlet atletik kursi roda mengaku belum memiliki gambaran tentang Peparnas 2016.

“Saya sih sebenarnya sudah dari 2013 pakai kursi roda, tetapi baru mulai akhir 2014 kemarin masuk ke NPC (National Paralympic Committee) DKI Jakarta,” kata perempuan asal Cilacap, Jawa Tengah tersebut.

Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) adalah suatu ajang kompetisi yang menyerupai Pekan Olahraga Nasional (PON) bagi atlet penyandang difabilitas di Indonesia. Perbedaan PON dan Peparnas terletak pada pembagian kelas dan teknis pertandingan, dimana atlet dikelompokkan berdasarkan kondisi fisiknya. Dahulu, Peparnas disebut Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas), namun kemudian kata cacat diganti dengan kata paralimpiade

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home