Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 06:52 WIB | Sabtu, 05 Januari 2019

Berani Mengambil Risiko

Beranikah kita mengambil risiko untuk mendapatkan yang terpenting dalam hidup itu sendiri?
Orang Majus (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Kisah Para Majusi (Mat. 2:1-12) memperlihatkan, Allah bekerja dalam berbagai cara untuk menyatakan kehendak-Nya. Jika kepada para gembala Allah menyatakan berita Natal melalui malaikat, maka kepada para Majus—yang tentunya tidak mengenal dan percaya akan makhluk surgawi—Allah berbicara melalui pengetahuan mereka. Allah menyapa berdasarkan situasi dan kondisi manusia.

Sapaan itu unik. Karena itu, jangan paksa Allah untuk menyatakan kehendak-Nya menurut keinginan kita. Allah, Sang Pencipta, memahami ciptaan-Nya. Dia mengetahui cara yang paling tepat untuk berkomunikasi dengan manusia. Persoalannya: Apakah manusia cukup peka untuk menyambut sapaan Allah?

Para Majusi peka. Mereka mengambil keputusan untuk mencari Raja yang baru dilahirkan itu. Penulis mengisahkan bagaimana orang-orang bijak dari Timur itu datang untuk menyatakan penghormatan mereka kepada Sang Raja.

Sebenarnya, Kisah Para Majusi ini telah dinubuatkan berabad lalu. Penulis Injil Yesaya menegaskan bahwa bangsa-bangsa bukan Yahudi akan berduyun-duyun ke Sion, yakni tempat Tuhan bertakhta, tempat Ia menyinarkan terang-Nya (Yes. 60:3). Jelaslah, Yesaya hendak menyatakan bahwa Allah Israel bukan untuk kalangan Yahudi saja. Allah Israel, Allah Pencipta, merupakan Tuhan atas segala bangsa.

Perjalanan itu sendiri penuh risiko. Namun, sebagai pencari kebenaran, mereka berani mengambil risiko. Dan risiko pertama adalah rakyat Yerusalem ternyata tak tahu apa-apa. Itu berarti, tindakan mereka bisa dikategorikan subversib. Mereka bisa dianggap menghasut orang banyak, yang memang tidak puas dengan pemerintahan Herodes. Tak heran, jika mereka kemudian diundang secara diam-diam—bahasa halus untuk ditangkap—oleh Herodes untuk diinterogasi. Dan Herodes memerintahkan mereka untuk pergi ke Betlehem.

Setelah itu mereka mengambil keputusan untuk tidak kembali ke Herodes setelah bertemu Sang Raja. Sebagai orang asing mereka berani mengambil risiko untuk melawan pemerintah.

Demikian Kisah Para Majusi. Itu jugakah kisah kita? Beranikah kita mengambil risiko untuk mendapatkan yang terpenting dalam hidup itu sendiri?

Selamat meniti tahun 2019 yang penuh risiko ini bersama Tuhan!

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home