Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 09:59 WIB | Senin, 30 November 2015

Berbagai Aksi Jelang Penyelenggaraan COP21 di Paris

Berbagai Aksi Jelang Penyelenggaraan COP21 di Paris
Para demonstran melakukan aksi protes pada 28 November 2015 di Jenewa menjelang KTT iklim COP21 PBB. Mereka menuntut para pemimpin dunia untuk membuat sebuah pakta yang mencegah bencana iklim dalam pertemuan mereka nanti di kota Paris, yang belum pulih pascatragedi berdarah sebelumnya. AFP PHOTO/Fabrice Coffrini
Berbagai Aksi Jelang Penyelenggaraan COP21 di Paris
Para demonstran melakukan aksi jalan kaki terkait perubahan iklim di sebuah jalan tol Manila, 28 November 2015. Ribuan orang berpartisipasi dalam aksi jalan kaki terkait perubahan iklim di Manila dan Brisbane pada 28 November, bagian dari aksi pada akhir pekan di seluruh dunia untuk menuntut hasil dari konferensi tingkat tinggi Paris bersejarah pekan depan. AFP PHOTO/Noel Celis
Berbagai Aksi Jelang Penyelenggaraan COP21 di Paris
Presiden Prancis Francois Hollande (kanan) bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif dalam pertemuan bilateral di Commonwealth Heads of Government Meeting (CHOGM) pada 27 November 2015 di Valletta. AFP PHOTO/Matthew Mirabelli/Malta Ou
Berbagai Aksi Jelang Penyelenggaraan COP21 di Paris
Presiden Prancis Francois Hollande (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat kedatangannya untuk makan malam kenegaraan di Istana Elysee di Paris, pada 29 November 2015. Sekitar 150 pemimpin akan menghadiri awal KTT perubahan iklim PBB pada 30 November, untuk mencapai pakta iklim universal pertama. AFP PHOTO/Stephane de Sakutin
Berbagai Aksi Jelang Penyelenggaraan COP21 di Paris
Presiden Brasil Dilma Rousseff menghadiri pertemuan di Istana Planalto pada 27 November untuk mendiskusikan situasi bendungan yang meledak di Mariana, negara bagian Minas Gerais. Rousseff tengah menghadiri Konferensi Iklim PBB - COP21 - di Paris, Prancis. AFP PHOTO/Evaristo Sa

DUNIA, SATUHARAPAN.COM – Jelang penyelenggaraan The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCC) di Paris, Prancis menuai berbagai aksi di dunia sejak hari Sabtu (28/11).

Aktivis lingkungan di Swiss melakukan aksi protes di Jenewa menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) iklim atau Conference of Parties (COP) 21 dengan menuntut para pemimpin dunia untuk membuat fakta yang mencegah bencana iklim. Sementara di Filipina ribuan warga juga menggelar aksi yang sama dengan berjalan kaki disebuah jalan tol kota Manila pada hari Sabtu (28/11). Mereka menuntut hasil dari pertemuan KTT tersebut dapat memberikan perubahan dalam mengatasi bencana iklim yang selama ini terjadi.

Aksi serupa juga digelar di Jakarta pada hari Minggu (29/11) kemarin. Ratusan pegiat lingkungan menggelar aksi pawai global untuk keadilan iklim di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Dalam aksinya para aktivis menilai kondisi iklim di dunia sudah kritis dan meminta segera para pemimpin dunia untuk mencari solusi dalam pertemuan global COP21 di Prancis.

Konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) awalnya diadopsi pada tanggal 11 Desember 1997 di Kyoto, Jepang dan mulai diberlakukan pada 16 Februari 2005 yang pada tahun 2010 sebanyak 191 kepala negara menandatangani dan meratifikasi protokol tersebut.

KTT perubahan iklim merupakan perjanjian internasional dengan tujuan stabilisasi konsentrasi pemanasan gas rumah kaca di atmosfer pada tingkat yang akan mencegah gangguan antropogenik berbahaya dengan sistem iklim. Sejumlah negara berkomitmen pada pengurangan empat gas rumah kaca diantaranya, karbon dioksida, metan, asam nitrat, heksafluorida belerang.

Tahun ini pertemuan global untuk membahas perubahan iklim 2015 akan berlangsung mulai tanggal 30 November sampai dengan 11 Desember 2015 yang dihadiri sekitar 147 kepala negara dan juga ratusan delegasi pemimpin dunia untuk membahas persoalan perubahan iklim selama ini. 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home