Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Dewasasri M Wardani 13:53 WIB | Senin, 19 Agustus 2019

Demo di Manokwari Rusuh, Massa Bakar Gedung DPRD Papua Barat

Unjuk rasa yang semula berlangsung damai di Kota Manokwari, Papua Barat, Senin (19/08), berubah menjadi rusuh, setelah massa dilaporkan membakar gedung DPRD dan gedung dealer mobil. (Foto: bbc.com)

JAKARTA ,SATUHARAPAN.COM – Para demonstran di Provinsi Papua membakar ban-ban dan membakar gedung kantor DPRD Papua Barat di Manokwari, Senin (19/8), menyusul unjuk rasa memprotes penahanan sejumlah mahasiswa Papua, menurut berbagai laporan media dan seorang pejabat.

Gerakan separatis telah bergolak selama puluhan tahun di Papua. Di sana juga sering muncul keluhan pelanggaran HAM oleh pasukan keamanan Indonesia.

Demonstrasi sepertinya dipicu oleh kemarahan atas penahanan sejumlah mahasiswa Papua di Surabaya, karena membengkokkan sebuah tiang bendera di depan sebuah asrama saat perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus, menurut para aktivis Papua. Penahanan itu memicu kemarahan warga Papua.

Polisi menembakkan gas air mata ke asrama sebelum menangkap 43 orang. Para petugas yang melakukan operasi mengatai para mahasiswa itu "monyet," kata Albert Mungguar, salah seorang aktivis dalam konferensi pers Minggu (18/8).

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, orang Papua sangat marah karena "kata-kata yang sangat rasis oleh orang-orang Jawa Timur, polisi, dan militer," katanya kepada stasiun TVOne, yang dilansir Voaindonesia.com pada Senin (19/8)

Senin (19/8) pagi, para demonstran Papua membakar gedung kantor DPRD Papua Barat dan memblokir jalan-jalan di Ibu Kota Papua Barat, Manokwari, dengan membakar ban-ban dan ranting-ranting, kata Wakil Gubernur Mohamad Lakotani.

Video yang ditayangkan TV memperlihatkan sekitar 150 orang berpawai di jalan-jalan di Manokwari, serta video asap membubung dari gedung DPRD.

Juru bicara kepolisian Dedi Prasetyo mengatakan, pasukan keamanan berusaha meredakan situasi.

“Perundingan dan komunikasi sedang berlangsung. Pada umumnya situasi terkendali," kata Prasetyo di Jakarta, melalui pesan singkat.

Sebuah protes terpisah dan damai yang diikuti sekitar 500 orang juga berlangsung di Kota Jayapura, Ibu Kota Provinsi Papua, kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal lewat telepon.

 

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home