Loading...
HAM
Penulis: Bayu Probo 11:48 WIB | Kamis, 15 Januari 2015

Dua Imigran Muslim Rohingya Tewas di Thailand

Foto ini mengisahkankan laki-laki yang dipukuli dalam kerja paksa sehingga satu matanya buta. Dia meninggalkan Burma pada pertengahan 1990 dan merupakan satu di antara 300 ribu pengungsi Rohingya tanpa dokumen yang tinggal di selatan Bangladesh. Ini ditampilkan dalam pameran yang diselenggarakan atas kerja sama dengan National Endowment for Democracy, Jesuit Refugee Service Indonesia, SUAKA, dan Galeri Cemara 6, Kamis-Minggu (6-16/2/14) di Galeri Cemara 6 Jakarta. (Foto: dok. satuharapan.com/Ignatius Dwiana)

BANGKOK, SATUHARAPAN.COM – Dua imigran Rohingya tewas di Thailand selatan setelah sejumlah truk yang mengangkut puluhan orang dari kelompok minoritas Muslim Myanmar tersebut dicegat oleh pihak berwenang, menurut laporan kepolisian setempat pada Rabu (14/1).

Kedua pria yang menjadi korban, diyakini berusia sekitar 20 tahun, mengembuskan napas terakhir di rumah sakit akibat kelaparan dan dehidrasi pada Selasa, sehari setelah kepolisian melaporkan seorang perempuan Rohingya tewas akibat sesak napas dalam perjalanan di Thailand.

Pada Minggu, pihak berwenang Thailand mendapati lima truk mengangkut sekitar 100 warga Rohingya—sebagian besar di antaranya berusia di bawah 18 tahun—di distrik Hua Sai, provinsi Nakhon Si Thammarat, Thailand.

“Kedua pria ini ditemukan dalam kondisi serius,” ujar komandan polisi provinsi Kiattipong Khawsamang kepada AFP. “Kami membawa mereka ke rumah sakit setempat dan mereka meninggal akibat kelaparan dan dehidrasi.”

Dua sopir berkewarganegaraan Thailand yang ditangkap di lokasi kejadian didakwa terlibat perdagangan manusia.

“Kami masih menyelidiki pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan perdagangan manusia dan yakin kami akan segera dapat mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap mereka,” ujarnya.

Sebanyak 95 imigran yang selamat kini berada di pusat penampungan di Nakhon Si Thammarat sementara kementerian pengembangan sosial Thailand sedang mempertimbangkan apakah mereka akan dideportasi ke Myanmar.

Ribuan warga Rohingya—yang dianggap oleh PBB sebagai salah satu kelompok minoritas paling termarginalkan di dunia—mengungsi akibat kerusuhan etnis di negara bagian Rakhine, Myanmar barat sejak 2012. 

Baca juga:


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home