Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Martha Lusiana 07:00 WIB | Kamis, 01 Januari 1970

Erupsi Gunung Sinabung: Kebutuhan Bayi dan Lansia Masih Kurang

Gunung Sinabung menyemburkan debu vulkanik, terlihat dari Perteguhen, Karo, Sumatera Utara. (Foto: AP/Binsar Bakkara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Untuk sekian kalinya, Gunung Sinabung yang terletak di Tanah Karo, Sumatra Utara, kembali memuntahkan awan panas, Senin (15/6) kemarin. Sukarelawan dari Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), Pendeta Rosmalia Barus, mengungkapkan, kondisi warga yang berada di 10 posko pengungsian dilaporkan baik, tetapi kebutuhan bayi dan lansia masih kurang terpenuhi.

"Bantuan yang berasal dari Dinas Sosial setempat sudah lebih baik. Namun, kebutuhan bayi dan lansia terasa masih kurang," ujar dia. “Bantuan sayur dan beras sudah cukup baik, namun kebutuhan bayi dan lansia masih kurang, seperti susu dan popok,” kata dia menambahkan.

Sebanyak 10.710 jiwa harus dievakuasi akibat kejadian ini.

Menurut catatan yang diterima satuharapan.com, jumlah tersebut berasal dari 11 desa di kawasan gunung, antara lain Kutagugung, Lau Kawar, Kutatengah, Mardinding, Kutarakyat, dan Jeraya. Selain itu, lima desa lainnya yang harus dievakuasi adalah Sigarang-garang, Berastepu, Pintu Besi, Tigapancur, dan Gurukinayan.

Proses evakuasi dilakukan bersama pihak pemerintah daerah yang dikoordinasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara. Namun, ia menuturkan, proses evakuasi mengalami keterlambatan akibat kendala transportasi.

Kepala Bidang Diakonia GBKP ini melihat, tidak semua warga mau dievakuasi. Mereka enggan meninggalkan tempat tinggal karena bertepatan dengan waktu panen.

“Seperti Desa Kutarakyat disuruh mengungsi tidak semua (warga) keluar karna mereka harus bertani. Ada yang panen tomat dan sebagainya,” ujar Rosmalia, saat dihubungi melalui line telepon, Kamis (18/7).

Letusan Gunung Sinabung juga membuat sebagian lahan tani rakyat terganggu. Perempuan kelahiran tahun 1961 ini pun mengungkapkan, warga harus mengalami gagal panen karena tanah mereka dilewati debu vulkanik dan arus lumpur.

Gunung dengan ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut tersebut telah menunjukkan aktivitasnya sejak tahun lalu. Kini Gunung Sinabung masih menyandang status “awas”.

Editor : Bayu Probo