Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 14:13 WIB | Senin, 27 Juli 2015

Fadli Zon: Gerindra Enggan Usung Ahok, Sebagai Gubernur DKI

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Foto: Dok. satuharapan.com/Francisca Christy Rosana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fadli Zon, mengatakan partainya tidak mungkin mencalonkan Basuki Tjahaja Purnama untuk kembali menjadi Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 mendatang. Partai Gerindra tidak mungkin mencalonkan seorang kutu loncat yang tidak memiliki prestasi jelas.

“Masa kita mencalonkan orang yang kutu loncat, apalagi prestasinya tidak jelas,” kata Fadli saat menanggapi pertanyaan wartawan terkait kabar Partai Gerindra membuka kemungkinan mengusung sosok yang akrab disapa Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta Pilkada 2017 mendatang, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (27/7).

Menurut hasil komunikasi dengan Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, kata Fadli, tidak benar partai berlambang burung garuda tersebut akan mengusung Ahok, sebagaimana yang diberitakan sejumlah media. "Saya sudah cek ke Pak Hashim, dia tidak mengatakan akan mencalonkan Ahok. Dia hanya bilang akan mencalonkan yang terbaik," ucap Fadli.

Salah satu Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) itu juga yakin calon terbaik yang dimaksud Hashim bukan Ahok. Sebab, Ahok telah meninggalkan Partai Gerindra yang telah mengusungnya saat Pilkada DKI Jakarta 2012 untuk berduet dengan Joko Widodo.

"Prestasinya enggak jelas apa. Bisa kita lihat dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," ucap Fadli.

Sebelumnya, Hashim menyatakan hubungan partainya dengan Ahok cukup baik meski Ahok telah keluar dari Gerindra.

Dengan bekal hubungan baik yang masih terjalin itu, Hashim tidak menutup peluang partainya akan kembali mendukung Ahok dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta tahun 2017.

"Never say never. Pak Prabowo sangat mengerti. Beliau sangat-sangat orang yang paling memaafkan. Dua tahun kan masih lama, jadi everything is possible," kata Hashim di Istana Kepresidenan, Kamis (23/7) kemarin.

Ahok sebelumnya menjabat Ketua DPP Partai Gerindra bidang politik. Ia lalu memutus hengkang dari partai pimpinan Prabowo Subianto itu pada 10 September 2014 lalu dengan alasan berseberangan dengan sikap Gerindra yang mendukung pelaksanaan Pilkada lewat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Saat ini, jelang Pilkada DKI Jakarta 2017, relawan pendukung Ahok yang disebut Teman Ahok, tengah mengumpulkan fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga DKI Jakarta. Langkah itu sebagai antisipasi jika Ahok maju lewat jalur independen.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home