Loading...
BUDAYA
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 13:36 WIB | Kamis, 27 Februari 2014

Fokus Fatih Akin: Tunjukkan Budaya dan Kritik Melalui Film

Fokus Fatih Akin. (Foto: goethe.de)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Goethe-Institut dalam program Arthouse Cinema kembali mengadakan pemutaran film hari kedua dengan tajuk: Fokus Fatih Akin, Rabu (26/2). Acara yang diselenggarakan di Goethe Institut yang berada di kawasan Sam Ratulangi ini memutar dua film yaitu “Der Name Murat Kurnaz” yang sarat dengan kritik terhadap pemerintah dan “Solino” yang kental dengan perpaduan dua budaya.

Der Name Murat Kurnaz

Dalam film “Der Name Murat Kurnaz” yang berdurasi sekitar 20 menit itu merupakan film pendek yang dibuat pada tahun 2009 sebagai kontribusi Akin untuk proyek film “Deutschland 09”. Film ini dibuat bersama dengan beberapa sutradara Jerman ternama lainnya seperti Tom Tykwer dan Dominik Graf.

Di dalam film ini, Akin mencoba menggambarkan seorang pria keturunan Turki, Murat Kurnaz,  yang lahir dan besar di Bremen, Jerman yang dipenjara di Guantanamo tanpa melalui proses pengadilan selama kurang lebih lima tahun.

Pemenjaraan yang dialami oleh Kurnaz memicu perdebatan sengit di Jerman dan Turki. Akin merasa dia mungkin akan bernasib sama seperti Kurnaz mengingat latar belakang mereka yang nyaris sama. Dalam film ini, Akin secara terang-terangan dan langsung mencoba menceritakan kembali apa yang dialami oleh Kurnaz.

Solino

Solino adalah film pertama Akin di mana dia tidak menulis sendiri skenarionya. Pada film sebelumnya Akin selalu menulis sendiri skenarionya. Film “Solino” dia buat dengan gaya neoralisme yang mengisahkan tentang satu keluarga asal Italia – keluarga Amato – yang pada tahun 1960 pindah ke Jerman dengan harapan ikut menikmati kemajuan ekonomi Jerman.

Dalam film ini, penonton disuguhkan bagaimana percampuran kebudayaan, nilai-nilai moral dan shock culture dapat bercampur menjadi satu dalam sebuah film dengan alur cerita yang baik.

Film sarat makna ini memberikan arti pengampunan antara keluarga, kasih orang tua terhadap anak, pengabdian seorang anak, dan bagaimana meraih mimpi.

 

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home