Loading...
BUDAYA
Penulis: Ignatius Dwiana 16:36 WIB | Kamis, 27 Februari 2014

Tes DNA Pada Kerangka untuk Ungkap Model Mona Lisa

Lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci. (Foto: Wikipedia.org)

ITALIA, SATUHARAPAN.COM – Para peneliti mencoba untuk mengenali model lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci pada pekan lalu. Mereka sudah mulai tes DNA pada kerangka yang ditemukan di gereja Florenzia. Langkah ini merupakan upaya untuk menghubungkan sisa-sisa tulang yang baru-baru ini ditemukan dan itu diyakini keturunan ikon Renaissance itu.

Identitas perempuan yang dilukis Leonardo pada 1504 telah lama dicurigai sebagai Lisa Gherardini, istri seorang pedagang sutera kaya yang meninggal sekitar 1542.

Tahun lalu, Silvano Vinceti, kepala Komite Nasional Italia untuk penilaian aset sejarah, budaya, dan lingkungan, menemukan beberapa kerangka di ruang bawah tanah biara Santa Ursula di Florenzia. Salah satunya diyakini sebagai model lukisan Leonardo.

Tes DNA berusaha untuk menghubungkan kerangka itu dengan tulang para kerabat Lisa Gherardini yang dimakamkan di sebuah kapel di Basilika Beata Annuziata. Basilika itu letaknya tidak jauh Katedral Duomo di Florenzia yang terkenal.

"Jika kami tidak menemukannya, sejarawan seni dapat terus bertaruh tentang siapa model sebenarnya," kata Vinceti. "Dia androgini. Ini memiliki makna budaya."

Jika tes DNA positif, para ahli berencana merekonstruksi tengkorak wanita itu. Jika rekonstruksi wajah dari tulang Gherardini punya sedikit kemiripan dengan lukisan itu, mungkin menunjukkan bahwa Leonardo menggunakan beberapa model dalam proses pembuatan lukisan wajah itu.

Lukisan terkenal itu telah menarik jutaan ke Museum Louvre di Paris setiap tahun.

Pada 2011, Vinceti menduga Leonardo mungkin telah memakai muridnya, Gian Giacomo Caprotti  yang dikenal sebagai Salai sebagai model Mona Lisa. Salai bekerja dengan Leonardo selama lebih dari dua dekade mulai 1490, meskipun tidak ada lukisan yang diketahui tentang dia.

Vinceti mengatakan pada saat itu Leonardo bekerja pada lukis wajah di pelbagai interval selama beberapa tahun dan menjadi sasaran berpengaruh dan sumber yang mengilhami. Di antaranya termasuk bangsawan Beatrice D' Este yang menikah dengan penguasa dari Milan Ludovico Sforza.

"Mona Lisa harus dibaca di pelbagai tingkatan, bukan hanya sebagai sebuah lukisan wajah," kata Vinceti. (FoxNews.com)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home