Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 09:15 WIB | Rabu, 10 Oktober 2018

Gempa Palu: Bantuan Logistik Berhasil Tembus Wilayah Terisolir

Ilustrasi. Pendistribusian bantuan yang dilakukan Tim Gerakan Kemanusiaan Indonesia bekerja sama dengan Bala Keselamatan di Desa Jono, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, 6 Oktober 2018. (Foto: Tim GKI)

PALU, SATUHARAPAN.COM – Pendistribusian bantuan logistik ke sejumlah daerah terisolir yang tertimbun longsor akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, sudah bisa dilakukan lewat jalur darat hari Selasa (9/10).

Sebelumnya, pengiriman bantuan hanya bisa dilakukan dengan helikopter lantaran medan yang tertutup puing-puing bangunan.

Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan wilayah yang sudah bisa dilewati itu di antaranya di lima desa di Kecamatan Balesang Tanjung, Kabupaten Donggala.

“Desa Ranao Manimbaya, Palau, Pomolulu, Malei, dan Ketong. Kemarin desa-desa itu sudah kami drop bantuan,” ujar Juru Bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers di Graha BNPB Jakarta, Selasa (9/10), seperti dilaporkan Quinawati Pasaribu untuk BBC News Indonesia.

Sementara di wilayah Sigi, menurutnya, jalan-jalan yang semula tertutup material longsoran juga sudah bisa dilalui, sehingga pengiriman bantuan makanan tak lagi menggunakan helikopter.

“Di Sigi ada tiga kecamatan, Kulawi, Kulawi Selatan, dan Pipikoro,” ia menambahkan.

Namun begitu, masih ada satu kecamatan dan beberapa dusun di Kabupaten Donggala yang pendistribusiannya masih mengandalkan jalur udara.

“Kecamatan Sirenja, lalu Dusun Tiga, dan Dusun Labuana jalur daratnya masih tertutup sehingga hanya bisa menggunakan helikopter dan laut,” Sutopo menjelaskan.

Jumlah Meninggal Mencapai 2.010 Orang

Sampai Selasa (9/10) siang, jumlah korban meninggal mencapai 2.010 orang, kata BNPB. Dari angka itu, korban paling banyak berada di Palu yang berjumlah 1.061 orang.

Sementara di Donggala 171 orang dan Sigi 222 orang. Sedangkan korban hilang hingga kini mencapai 167 orang.

“Semua jenazah meninggal sudah dimakamkan. Jadi 934 pemakaman massal kemudian 1.076 pemakaman keluarga,” kata Sutopo.

Catatan lain menyebut korban luka berjumlah 10.679. Dari angka ini, 2.549 di antaranya mengalami luka berat dan 8.130 luka ringan.

Menyangkut proses evakuasi, telah digelar rapat koordinasi antara BNPB, Basarnas, Bupati Sigi, Wali Kota Palu, camat, lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad).

Pertemuan itu memutuskan operasi evakuasi atau pencarian akan tetap dihentikan pada 11 Oktober mendatang.

Sementara lokasi bekas likuifaksi akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau atau Memory Park.

Sutopo juga menyebut, lokasi tersebut tidak akan digunakan lagi untuk permukiman penduduk lantaran berbahaya. (bbc.com)

Editor : Sotyati

Back to Home