Loading...
RELIGI
Penulis: Endang Saputra 10:28 WIB | Sabtu, 06 Juni 2015

Habib Umar Ajak Masyarakat Menyambut Gembira Bulan Ramadan

Ilustrasi. (Foto: photoimagepics.blogspot.com)

BREBES, SATUHARAPAN.COM – Habib Umar Al Husain Al Athos dari Moga Pemalang mengajak masyarakat untuk menyambut gembira datangnya bulan suci Ramadan.

Menurut Habib Umar kegembiraan tersebut harus diawali dari bulan Sya’ban dengan berbagai kesiapan, baik lahir maupun batin.

“Serugi-ruginya manusia adalah mereka yang tidak menunaikan puasa pada bulan Ramadan,” kata Habib Umar pada pengajian rutin Majelis Al Husaini di halaman Masjid Al Mujahidin Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (4/6) malam.

Sementara itu, Bupati Brebes Idza Priyanti dalam kata sambutannya mengaku gembira dengan berbagai aktivitas yang dilakukan warganya, seperti pengajian dan kegiatan agama lainnya. Pemerintah Kabupaten Brebes, juga mendukung warganya saat bulan puasa antara lain dengan melakukan tarawih dan silaturahmi.

“Saya dan pimpinan SKPD dan pejabat lainnya Insya Allah akan melakukan tarhim (tarawih dan silaturahmi),”  kata dia.

Bupati juga memuji keberadaan desa Bulusari yang berkeinginan untuk maju. Terbukti pada lomba desa, Bulusari menjadi juara tiga tingkat Kabupaten Brebes. Prestasi desa menjadi daya dorong tersendiri bagi pembangunan daerah.

 “Seperti Kabupaten Brebes hebat dalam penanganan hutan mangrove setelah salah seorang warga kami, Mashadi mendapatkan Kalpataru dari Presiden RI,” kata dia.

Untuk itu, Kepala Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba Brebes Syaefudin Trirosanto mengajak masyarakatnya untuk terus melestarikan tradisi pedesaan seperti udun-udunan dan unggah-unggahan saat menyambut bulan puasa. Karena tradisi tersebut bisa membawa merekatkan tali persaudaraan karena didalamnya ada upaya saling berbagi sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Selain itu, Syaefudin, memaparkan pentingya hidup bergotong di pedesaan. Dari hasil gotong royong terbukti pembangunan makam desa menjadi lebih rapi, indah dan tidak terkesan angker.

“Makam itu tempat suci para leluhur kita, perlu dibersihkan dan ditata dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Dari hasil swadaya masyarakat, lanjutnya, terkumpul dana Rp 120 juta. “Badan pengelola makam, telah bekerja dengan baik dan sangat memuaskan,” kata dia.( nu.or.id)

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home