Loading...
DUNIA
Penulis: Eben Ezer Siadari 23:56 WIB | Sabtu, 11 April 2015

Hillary Clinton Terinspirasi oleh Kisah 5 Roti dan 2 Ikan

Bill Clinton dan istrinya, Hillary Clinton ketika meninggalkan gereja Foundry Methodist Church di Washington pada 7 April 2014 seusai ibadah Paskah bersama putri mereka Chelsea.(PAMELA PRICE/AFP/Getty Images)

NEW YORK, SATUHARAPAN.COM - Seiring dengan langkah Hillary Clinton untuk mencalonkan diri sebagai kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, berbagai sisi kehidupannya kian diungkap. Termasuk kehidupan keagamaannya.

Suaminya, mantan presiden AS, Bill Clinton, dibesarkan dalam tradisi gereja Baptis. Namun, belakangan ia sempat diisukan menekuni ajaran Buddha, terutama seusai ia mengalami operasi jantung.

Chelsea, anak mereka, yang dibesarkan dalam tradisi ajaran Gereja Metodis, akhirnya  menikah dengan Marc Mezvinsky, seorang Yahudi pada bulan Juli 2010. Rabi James Ponet dan pendeta William Shillady, memimpin pernikahan lintas iman mereka di New York.

Sekali Metodis tetap Metodis

Ada pun Hillary Clinton, tidak pernah bergeser dari keyakinan yang sudah ia genggam sejak kecil. Walau telah menikah dengan Bill Clinton, ia tetap mempertahankan keanggotaannya di gereja Metodis karena ia menganggap fokus gereja itu kepada penginjilan, aksi sosial dan pengetahuan, merupakan hal yang mendasar baginya.

"Rekognisi eksplisit tentang hal itu dalam tradisi Metodis adalah alasan yang membuat saya nyaman di gereja (Metodis) ini," kata dia sebagaimana dikutip oleh dailymail.co.uk dalam artikel bertajuk Hillary Clinton: Being Methodist is Fundamental to Who I am.

Hillary, mantan menteri luar negeri AS yang saat ini dianggap calon presiden terkuat dari Partai Demokrat dan berpotensi menjadi presiden perempuan pertama di negara adidaya itu, awalnya dikenal sebagai seseorang yang enggan berbicara tentang teologi apalagi iman pribadi. Tetapi dalam berbagai kesempatan, ia mau juga membagikan pemahamannya tentang misi yang diembannya sebagai seorang Kristen.

Dibesarkan di United Methodist Church, Hillary pernah berkata bahwa ajaran gereja yang diwarisinya dan tertanam secara mendalam pada kehidupannya adalah 'kewajiban' untuk meringankan penderitaan manusia. Dan setelah ia merasa sudah lebih tua saat ini,  peran iman bagi dirinya lebih mendasar lagi, yaitu sebagai identitas.

Kesediaannya selama empat tahun menjadi menteri luar negeri di pemerintahan Barack Obama, menurut Hillary, tidak terlepas dari keyakinan iman itu. Ia bersedia diminta menjadi menlu, kata dia,  karena ia tertarik untuk memperjuangkan keadilan sosial melalui pekerjaannya.

Ketika diminta untuk mengomentari dampak imannya bagi kehidupannya, Hillary menyatakan, "Hal ini sangat mendasar untuk mengetahui siapa saya dan bagaimana saya melihat diri saya."

Hillary yang aslinya berasal dari Illinois, dilahirkan dalam sebuah keluarga yang memiliki tradisi panjang dalam gereja Metodis, yang didirikan oleh Charles dan John Wesley di Inggris pada 1729. Gereja Metodis merupakan denominasi Protestan terbesar kedua di Amerika Serikat. Umatnya diperkirakan mencapai 12,1 juta. Dan didirikan dengan tradisi kuat untuk penginjilan dan pekerjaan misionaris.

"Sebagai seorang Kristen, bagian dari kewajiban saya adalah untuk mengambil tindakan untuk meringankan penderitaan," Hillary berkata  dalam sebuah artikel yang ditulis pada masa kampanye pertama suaminya sebagai calon presiden.

5 Roti dan 2 Ikan

Hillary terutama sangat memegang teguh ajaran penginjilan sosial yang sangat kuat dalam tradisi Metodis."Seperti para murid Yesus, kita tidak boleh pergi begitu saja, membiarkan orang berkekurangan mengatasi masalah mereka sendiri," kata dia dalam sebuah pidato di depan umat Metodis, sebagaimana dikutip oleh CNN. "kita semua harus bersama-sama," kata dia, disambut tepuk tangan.

Ia lantas mengutip Markus 6:40-44 yang sangat terkenal, yaitu ketika Yesus menjamu 5000 orang dengan lima roti dan dua ikan.

"Dalam kisah itu, ketika waktu demi waktu berjalan dan kerumunan orang semakin lapar, murid-murid datang kepada Yesus dan menyarankan agar meminta orang-orang itu pergi mencari makanan mereka masing-masing," kata Hillary.

"Yesus berkata, 'Tidak, kamu harus memberi mereka makan. Dia (Yesus) sedang mengajar kita pelajaran tentang tanggung jawab bersama melayani masyarakat khususnya terhadap orang yang paling membutuhkan dan paling tidak mempunyai apa-apa," kata dia.

April lalu, dalam sebuah pertemuan dengan Majelis Wanita Metodis Bersatu, ia berkata bahwa iman yang ditunjukkan oleh para perempuan itu membimbingnya untuk menjadi "pembela masyarakat dan rumah tangga miskin, perempuan dan orang-orang tertindas dan teraniaya di seluruh dunia, yang hak asasi dan martabatnya sebagai manusia tidak diakui."

Secara bercanda, dalam sebuah Forum Agama ia pernah berkata bahwa kalau berdoa acap kali permohonannya kepada Tuhan adalah "Oh Tuhan, kenapa kau tidak mau membantu saya mengurangi lemak di tubuh ini?" Tetapi secara serius ia mengakui dalam kehidupannya sehari-hari berdoa adalah kebiasaannya, "untuk penegasan, untuk kebijaksanaan, untuk kekuatan dan untuk keberanian..."

Bagi Hillary Clinton, kasih karunia Tuhan adalah anugerah yang sebetulnya tidak layak diterima manusia, tetapi toh diberikan juga dalam bentuk hari-hari penuh kegembiraan, keindahan, kebaikan, sukacita. Dan hal itu dapat meningkatkan hubungan antara manusia dengan Ilahi dan antara manusia dengan sesama.

Apabila jadi mendeklarasikan pencalonannya hari Minggu ini, Hillary akan menjadi kandidat calon presiden Partai Demokrat pertama yang melakukannya untuk pilpres tahun 2016 nanti dan Hillary sampai saat ini memang diperkirakan berada di barisan terdepan diantara calon-calon partainya.

Di Partai Republik sendiri, mantan senator Jim Webb telah membentuk sebuah komite untuk mengeksplorasi calon-calon potensial dari partai tersebut.Pendeklarasian Hillary untuk kedua kalinya mencalonkan diri dari Partai Demokrat, dinilai akan memberi pesan kejutan ke seluruh dunia, yang berpotensi menjadi presiden perempuan pertama di AS.

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home