Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 23:49 WIB | Senin, 20 April 2015

Houthi Yaman: Kami Tidak akan Menyerah terhadap Agresi

Anggota gerakan separatis Yaman selatan yang setia kepada Presiden Abedrabbo Mansour Hadi duduk di atas tank di Aden pada 19 April 2015. Sebelas milisi Houthi dan lima pejuang pro-Hadi tewas dalam bentrokan yang berlangsung pada Sabtu malam dan Minggu pagi, ungkap beberapa narasumber militer. (Foto: AFP)

SANAA, SATUHARAPAN.COM - Pemimpin pemberontak Yaman Abdulmalik al-Houthi, Minggu (19/04), bersumpah bahwa dirinya “tidak akan pernah menyerah” dari serangan udara yang dipimpin Saudi terhadap militan Syiah, menyebut serangan tersebut sebagai “agresi biadab.”

“Rakyat Yaman kami tidak akan pernah menyerah - kami akan melawan dalam menghadapi agresi biadab,” tutur Houthi dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi pada hari ke-25 serangan udara yang menargetkan kelompok pemberontaknya.

Houthi berjanji untuk menunjukkan perlawanan tangguh menggunakan “semua cara dan pilihan” yang ada, tanpa memberi rincian lebih lanjut.

“Mereka yang percaya bahwa rakyat kami akan menyerah karena kejahatan biadab mereka keliru,” kata Houthi, mendesak pendukungnya untuk merapatkan barisan dan bersabar.

Arab Saudi yang dipimpin Muslim Sunni menuduh Iran, yang mayoritas Syiah, mendukung pemberontak yang juga bersekutu dengan unit militer yang setia dengan mantan presiden Ali Abdullah Saleh, yang dipaksa turun setelah revolusi di Yaman pada 2011.

Meski menjadi sekutu utama Houthi, Iran membantah pihaknya mempersenjatai pemberontak dan mengajukan petisi kepada PBB dengan rencana perdamaian guna mengakhiri aksi kekerasan.

Houthi pada September mengambil alih ibu kota dari benteng mereka di bagian utara, di kota Saada.

Mereka kemudian bergerak menuju bagian selatan di pelabuhan utama Aden, memaksa Presiden Abedrabbo Mansour Hadi untuk melarikan diri ke Riyadh. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home