Loading...
EKONOMI
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 18:22 WIB | Jumat, 02 Januari 2015

IHSG Awal Tahun Ditutup Meningkat 15,82 Poin

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi BEI Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito (kedua kiri), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida (ketiga kiri), Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil (keempat kiri), Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kelima kiri), Ketua Dewan Komisoner. Muliaman D. Hadad (kelima kanan), Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (keempat kanan), Menteri Perdagangan Rahmat Gobel (ketiga kanan), Menteri Perindustrian Saleh Husin (kedua kanan) dan Kapolri Jenderal Sutarman saat membuka perdagangan saham awal tahun 2015 di BEI, Jakarta, Jumat (2/1). Pada pembukaan perdagangan saham awal 2015, IHSG berada di posisi 5.240,8 atau menguat dibandingkan penutupan akhir tahun 2014 yaitu pada posisi 5.226,95. (Foto: Antara/Puspa Perwitasar)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan awal 2015 ini meningkat sebesar 15,82 poin atau 0,30 persen ke posisi 5.242,77. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 4,54 poin atau 0,51 persen ke posisi 903,13.

"Transaksi perdana tahun 2015 terhadap perdagangan saham di BEI menguat meski sebagian pelaku pasar masih melakukan libur akhir tahun," kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah di Jakarta, Jumat (2/1).

Menurut dia, faktor yang memberikan dukungan penguatan IHSG BEI yakni adanya sinyal positif di pasar berkenaan dengan pemerintah memutuskan untuk tetap fokus pada pembangunan infrastruktur pada 2015. Pemerintah akan memfokuskan dana penghematan pada tiga sektor prioritas termasuk infrastruktur disamping sektor pertanian dan nelayan.

Ia mengemukakan bahwa peningkatan penerimaan pajak dan pengalihan subsidi harga bahan bakar minyak (BBM), menciptakan APBN-P 2015 tersedia ruang fiskal menjadi besar. Rencananya pemerintah akan mengalokasikan ruang fiskal itu kepada berbagai belanja dengan keutamaan atau yang paling besar adalah belanja infrastruktur

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan bahwa aksi beli di awal tahun baru 2015 membuat IHSG BEI mengalami "rally" penguatan salah satunya didorong oleh sentimen positif dari penurunan BBM bersubsidi.

"Sentimen itu akan berdampak positif pada saham di BEI salah satunya sektor konsumer dan properti," katanya.

Pemerintah telah menurunkan harga BBM subsidi untuk premium menjadi Rp 7.600 per liter, dan solar Rp 7.250 per liter mulai 1 Januari 2015 pukul 00.00 WIB, menyusul penurunan harga minyak dunia. Sebelumnya, sejak 18 November 2014 harga premium adalah Rp 8.500 per liter, dan solar Rp 7.500 per liter.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 211.878 kali dengan volume mencapai 3,83 miliar lembar saham senilai Rp 3,43 triliun.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 252,78 poin (1,07 persen) ke 23.857,82, indeks Bursa Malaysia KLCI turun 8,48 poin (0,48 persen) ke 17.752,77, dan Straits Times menguat 2,90 poin (0,09 persen) ke posisi 3.368,05. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home