Loading...
EKONOMI
Penulis: Sotyati 11:19 WIB | Rabu, 24 September 2014

Indonesia Promosi Kuliner di Praha

Suasana ASEAN Farmers Market di Dejvice Suare, Praha, Republik Cek. KBRI Praha berpartisipasi mempromosikan kuliner Indonesia seperti kue lumpur, risoles, lemper, tempe, wajik, kerupuk, dan bubur sumsum. (Foto: Dok KBRI Praha)

LONDON, SATUHARAPAN.COM - Bersinergi dengan kedutaan besar negara-negara ASEAN, yakni Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, warung Indonesia hasil karya diaspora Indonesia diserbu pengunjung di ASEAN Farmers Market, Praha, Republik Cek.

Untuk ketiga kalinya, KBRI Praha berpartisipasi mempromosikan kuliner Indonesia seperti kue lumpur, risoles, lemper, tempe, wajik, kerupuk, dan bubur sumsum di Farmers Market di Dejvice Square, Praha, demikian Sekretaris III, Fungsi Penerangan KBRI Praha, Fitriyani Riduan, kepada Antara London, Rabu (24/9).

Keikutsertaan Kedubes ASEAN disambut hangat Wali Kota Praha 6, Marie Kousalikova, yang membuka secara resmi ASEAN Farmers Market 2014, disaksikan dutabesar negara-negara ASEAN, kalangan diplomatik, dan warga setempat.

Wali Kota menyatakan penghargaan atas partisipasi terus-menerus Kedubes ASEAN di acara tersebut karena telah menjadi warga kota yang memiliki solidaritas dan kepedulian terhadap kotanya.

Dubes RI Praha, Emeria WA Siregar, mengatakan partisipasi KBRI Praha merupakan langkah strategis mendekatkan hubungan people-to-people kedua negara melalui promosi kuliner.

Partisipasi negara-negara ASEAN pada acara tersebut dimaksudkan untuk memasyarakatkan ASEAN di Republik Ceko sekaligus menyambut ASEAN Community 2015.

Partisipasi Kedubes negara-negara ASEAN itu merupakan rangkaian kegiatan ASEAN Committee in Prague (ACP) yang menyelenggarakan ASEAN Film Festival pada 9-12 September lalu di Bioskop Lucerna, dan akan menyelenggarakan ASEAN Family Day pada 27 September mendatang.

Farmers Market di Dejvice Square merupakan pasar tradisional tertua dan salah satu yang terbesar di Praha, dikunjungi sekitar 10.000 orang. Pasar tersebut menjual aneka buah dan sayur petani setempat dan kuliner khas Ceko. Pasar buka setiap Sabtu, mulai Maret hingga Desember sepanjang tahun.

Pengunjung yang rata-rata warga setempat juga membeli aneka tumbuhan seperti cabai dan serai yang bibitnya didatangkan khusus dari Indonesia dan dikembangkan oleh seorang diaspora Indonesia yang memiliki usaha perkebunan di Ceko. (Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home