Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Saut Martua Amperamen 23:31 WIB | Senin, 11 Desember 2017

Jerman Kecam Pembakaran Bendera Israel

Unjuk rasa menentang pengumuman Donald Trump tentang pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel (Foto: Getty Images)

BERLIN, SATUHARAPAN.COM - Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengecam pembakaran bendera dan simbol-simbol Israel lainnya di Berlin dalam aksi unjuk rasa menentang keputusan AS mengenai Yerusalem. Menteri dalam negeri, menteri luar negeri dan menteri kehakiman negara itu juga menyatakan kritik atas unjuk rasa akhir pekan ini.

"Kami menentang semua bentuk anti-Semitisme dan xenophobia," kata dia setelah menghadiri pertemuan anggota senior partai Partai Demokrat Kristen-nya di Berlin (11/12). Dia menambahkan bahwa "negara harus menggunakan semua tindakan hukum yang ada" untuk memberantas tindakan ini.

Pada hari Minggu, sekitar 2.500 demonstran bergerak melalui distrik Neukölln Berlin dan membakar bendera Bintang Daud, Berliner Zeitung melaporkan. Aksi itu dilakukan untuk menunjukkan perlawanan terhadap keputusan kontroversial Presiden AS Donald Trump.
  
Pada hari Jumat, sekitar 1.200 pengunjuk rasa anti-Israel dan anti-AS berkumpul di Gerbang Brandenburg di Berlin, dekat Kedutaan Besar AS.

Berliner Zeitung melaporkan 12 orang  diselidiki karena mengganggu perdamaian dan melanggar undang-undang yang melarang penodaan bendera negara asing.  Polisi mengatakan 10 orang ditahan.

Menteri dalam negeri Jerman juga mengkritik pembakaran simbol nasional Israel di Berlin.

"Kami tidak menerima ketika orang Yahudi atau negara Israel dipermalukan dengan cara ini," Thomas de Maziere mengatakan kepada harian  Bild. Jerman "terikat dengan cara khusus dengan negara Israel dan kepercayaan Yahudi," kata dia.

Dia menambahkan bahwa kebebasan berbicara dan unjuk rasa harus dihormati, namun hak tersebut harus dilakukan secara damai.
 
Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel mengatakan kepada Bild bahwa meskipun kritik terhadap AS masuk akal, "tidak ada hak dan juga tidak ada pembenaran untuk membakar bendera Israel, memicu kebencian terhadap orang Yahudi atau mempertanyakan hak Israel untuk ada."

Siapa pun yang melakukan hal seperti itu, Gabriel berkata, "tidak hanya menentang Israel tapi juga tatanan konstitusional Jerman."

Sementara itu Menteri Kehakiman, Heiko Maas, menegaskann bahwa tidak ada tempat untuk anti-Semitisme apapun. (deutsche welle)

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home