Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Sotyati 11:34 WIB | Senin, 06 Oktober 2014

Keluarga Kekaisaran Jepang Menikah dengan Pendeta Shinto

Putri Noriko (26), anggota Kekaisaran Jepang, menikah dengan pendeta Shinto, Kunimaro Senge, Minggu (5/10), dalam suatu upacara di Kuil Izumo Taisha di Provinsi Shimane. (Foto: nhk.or.jp)

TOKYO, SATUHARAPAN.COM – Jepang menggelar penikahan keluarga kekaisaran. Putri Noriko (26), putri kedua mendiang Pangeran Takamado, sepupu Kaisar Akihito, menikah dengan pendeta Shinto, Kunimaro Senge, Minggu (5/10), dalam suatu upacara di Kuil Izumo Taisha di Provinsi Shimane. Senge (41), adalah putra tertua dalam jalur kepala pendeta di Kuil Izumo, salah satu kuil Shinto tertua Jepang.

Upacara pernikahan dimulai pukul 11 pagi. Putri mengenakan gaun yang rancangannya berasal dari 1.000 tahun lalu. Rambutnya ditata juga menggunakan gaya zaman tersebut. Sementara Senge mengenakan pakaian pendeta Shinto.

Pasangan pengantin berjalan bersama di halaman kuil dan diikuti anggota keluarga kedua pengantin.

Putri lalu berganti pakaian. Ia mengenakan pakaian pengantin tradisional yang dirancang untuk anggota keluarga kekaisaran. Pasangan pengantin mengucapkan janji di depan altar dan mempersembahkan tangkai pohon sakaki yang disucikan.

Hanya 21 orang, termasuk ibu mempelai wanita, Putri Hisako, kakak tertuanya, Putri Tsuguko, dan adik terkecil Putri Ayako, dan keluarga mempelai pria yang mengikuti upacara pernikahan itu.

Resepsi pernikahan yang digelar di Matsue, dihadiri 300 tamu, termasuk teman-teman pengantin pria dan perempuan. Putra Mahkota Pangeran Naruhito dan istrinya, Putri Masako, serta Perdana Menteri Shinzo Abe, dijadwalkan hadir dalam perhelatan yang akan diselenggarakan di sebuah hotel di Tokyo, pada Rabu (8/10).

Pernikahan agung anggota keluarga kekaisaran terahir kali digelar pada 2005, ketika Putri Sayako, putri tunggal dan anak ketiga Kaisar Akihito, menikah. Karena menikahd engan pria kebanyakan, Putri Sayako menanggalkan gelar kebangsawanannya, dan kini dikenal dengan nama Sayako Kuroda.

Putri Noriko, yang juga menanggalkan gelar kebangsawanannya dan kini bernama Noriko Senge, akan memulai hidup barunya. Ia akan tinggal di rumah di dekat kuil.

Sang putri berkenalan dengan Senge pada 2007, ketika ia berkunjung ke kuil tersebut bersama ibunya. Ia masih tercatat sebagai mahasiswa Gakushuin University saat itu. Sementara itu, Senge adalah lulusan Kokugakuin University. Kecintaan pada tumbuh-tumbuhan dan kegemaran mengamati burung menyatukan keduanya. (nhk.or.jp/japantimes.co.jp)

Back to Home