Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 16:31 WIB | Jumat, 17 Februari 2017

Kemendag Akui Tak Mengatur Importasi Cabai Kering

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan. (Foto: Melki Pangaribuan)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan memastikan pihaknya tidak mengatur kebijakan importasi cabai kering meskipun terjadi spekulasi impor cabai di sejumlah daerah di Indonesia.

“Kalau (impor) cabai kering kan enggak diatur,” kata Oke Nurwan kepada satuharapan.com di kantor Kemendag, Jakarta, hari Jumat (17/2).

Oke mengatakan, pihaknya tidak menerbitkan izin impor cabai segar di tengah laporan adanya cabai impor yang beredar di beberapa pasar di Indonesia. Dia menegaskan komoditas tersebut beredar tanpa seizin Kementerian Perdagangan.

“Saya tidak mengeluarkan dan tidak ada menandatangani persetujuan impor untuk cabai segar,” katanya.

Baca juga: Kemendag akan Beri Sanksi Tegas Importir Cabai Tiongok-India

Baca juga: Kemendag Tak akan Impor Meski Harga Cabai Tinggi

Menurut Oke, masyarakat Indonesia lebih menyukai cabai segar daripada cabai kering. Apabila ada yang berspekulasi mau impor cabai kering, Oke mengaku pasrah, karena yang rugi juga para spekulan tersebut.

“Tapi kan masalahnya yang bikin repot masyarakat kita itu senangnya cabai segar. Jadi ada yang spekulasi mau impor cabai kering ya nanti enggak dibeli terserah. Orang kan sudah banyak (pilihan) itu,” katanya.

Sejumlah pedagang di pasar tradisional di Pulau Jawa mulai menjual cabai impor dari Tiongkok dan India. Di Tulungagung, Jawa Timur, cabai impor asal India dijual dengan harga Rp 65.000 per kilogram dibandingkan harga cabai lokal yang telah melambung sekira 120.000-140.000 per kilogram.

“Cabai yang diimpor di daerah-daerah sudah ada laporan. Kami sudah menyampaikan. Saya belum dapat konfirmasi timnya itu sudah memberangkatkan atau menugaskan di daerah dulu saya belum dapat konfirmasi itu. Cuma saya sudah memberikan data dukung bahwa kami tidak menerbitkan persetujuan impor,” kata Oke.

 

Back to Home