Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 19:38 WIB | Sabtu, 24 Desember 2016

KESDM Bangun 1.548 Sumur Air Tanah Sejak 2005

Kementerian ESDM bangun sumur air tanah di wilayah perbatasan. (Foto: esdm.go.id)

NUNUKAN, SATUHARAPAN.COM - Sejak tahun 2005, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah berhasil membangun 1.548 lokasi air tanah di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Ego Syahrial, mengatakan sudah ada 7.500 usulan baru dari masyarakat tentang pemboran air tanah.

“Sebanyak lebih dari 7.500 usulan yang disampaikan melalui dinas kabupaten kepada Kementerian ESDM,” kata Ego dalam peresmian sumur air tanah di Desa Kalampising, Kecamatan Lumbis, Nunukan, Kalimatan Utara, seperti dilansir dari esdm.go.id, hari Sabtu (22/12).

Namun menurut Ego, semua usulan tersebut masih perlu dikaji ulang karena keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Perlu dilakukan dengan cara skala prioritas. Daerah perbatasan merupakan prioritas Pemerintah,” lanjutnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian ESDM akan terus melakukan konsultasi untuk mendapat arahan dari Komisi VII Dewan Perwakilan Daerah (DPR) RI sebagai mitra kerja Kementerian ESDM.

Menurut dia, pembangunan 1.548 sumur air tanah diperuntukkan sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih khususnya masyarakat desa tertinggal yang mengalami kesulitan air. Selain itu, keberadaan sumur bor tersebut dapat meningkatkan kesehatan lingkungan masyarakat.

“Dengan kesehatan, kita bisa beraktifitas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik,” tegas Ego.

Untuk menjaga infrastruktur sumur air tanah tersebut, Ego menyarankan kepada masyarakat untuk membentuk kelembagaan masyarakat untuk mengelola sumber air ini dengan baik, seperti paguyuban, koperasi atau apapun namanya.

“Operasional sumur bor ini memerlukan biaya, sehingga perlu gotong royong dalam pemanfaatnnya,” kata Ego.

Sebelumnya, Kementerian ESDM juga ikut mengatasi krisis air saat gempabumi di Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen melalui pemboran air tanah di beberapa titik lokasi. Tim tanggap darurat Kementerian ESDM telah melakukan bantuan air bersih sebanyak 13 unit, yakni 12 unit pengeboran air tanah dangkal dan 1 unit optimalisasi sumur gali.

Sementara 13 unit air bersih tersebut telah dapat dimanfaatkan oleh 16.262 pengungsi di 13 desa di Kabupaten Pidie Jaya.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home